(Taiwan, ROC) --- Seorang bayi laki-laki berusia 9 bulan di Kota Taichung, Taiwan, ditemukan meninggal dunia secara mendadak di dalam rumah pada Kamis kemarin (22/8). Orang tua bayi awalnya mengaku kepada polisi bahwa kematian bayi disebabkan karena sesak napas akibat tidur tengkurap.
Namun, sang ayah bermarga Liao (廖姓) yang berusia 27 tahun, akhirnya mengakui bahwa ia telah memukuli bayinya karena merasa terganggu oleh tangisannya. Kejaksaan telah mengajukan penahanan terhadap Liao dengan tiga tuduhan.
Kejadian bermula ketika ibu bayi, seorang wanita bermarga Gan (甘姓), terbangun dari tidurnya pada hari Kamis dan menemukan bayinya tertelungkup tak bernyawa. Ia mengira bayinya meninggal karena sesak napas akibat posisi tidur, sehingga ia segera menghubungi layanan darurat 119.
Namun, tim medis yang tiba di lokasi menemukan banyak luka memar dan luka lain yang mencurigakan di tubuh bayi, mengindikasikan kemungkinan penganiayaan. Pihak medis kemudian segera melaporkan temuan ini kepada pihak kepolisian.
圖/YAHOOTAIWAN
Aparat yang bertugas kemudian membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus ini. Setelah memeriksa berbagai bukti dan menginterogasi Liao dan Gan secara terpisah, polisi menemukan kejanggalan dalam keterangan mereka.
Awalnya, keduanya bersikeras bahwa bayi tersebut meninggal karena sesak napas akibat posisi tidur tengkurap. Namun, setelah polisi menunjukkan bukti luka-luka pada tubuh bayi, Liao akhirnya mengakui bahwa ia telah memukuli bayinya dengan tangan kosong dan mainan karena kesal dengan tangisannya.
Liao mengaku panik dan membawa bayinya ke rumah sakit setelah menyadari bayinya tidak bernapas.
Pada Jumat malam kemarin (23/8), kejaksaan menyatakan bahwa Liao diduga kuat telah melakukan tindak pidana penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian. Mengingat besarnya indikasi keterlibatan Liao dan risiko ia melarikan diri atau menghilangkan barang bukti, maka kejaksaan mengajukan permohonan penahanan terhadap Liao.