(Taiwan, ROC) – Topik yang dibahas oleh organisasi non-pemerintah Council of Asian Liberals and Democrats (CALD) di seminar Asia Centre ke-9 di Bangkok adalah “Kriminalisasi dan Penuntutan terhadap Reformis”.
Freddy Lim, mantan legislator Taiwan turut diundang untuk bergabung dalam forum di Bangkok. Lim mengajak lebih banyak anak muda untuk terlibat dalam politik dan “memecahkan belenggu”, serta mendorong organisasi warga internasional untuk datang ke Taiwan, karena Taiwan menawarkan ruang sipil yang lebih sehat.
Freddy Lim menegaskan, meskipun Taiwan dianggap sebagai contoh demokrasi dan kebebasan di tingkat internasional, Taiwan masih menghadapi tantangan baik dari dalam maupun luar negeri. Dirinya mengenang kembali pengalamannya 14 tahun lalu di bidang hak asasi manusia, dan menyoroti bahwa ancaman dari disinformasi dan kontrol internet Republik Rakyat Tiongkok (RRT) terus ada bagi Taiwan. Lim menyerukan agar masyarakat internasional dapat bekerja sama lebih erat untuk mendukung kegiatan demokrasi di Asia dan menggunakan Taiwan sebagai contoh tentang cara melawan ekspansi otoritarianisme.
Untuk para pemuda di Taiwan dan Asia yang terlibat dalam politik, Lim menekankan bahwa proses legalisasi pernikahan sesame jenis di Taiwan menunjukkan cerita yang sangat menginspirasi. Taiwan yang berada di garis depan jika dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya dalam hal ini, merupakan sebuah pencapaian yang penting. Namun, dia juga mencatat bahwa “nilai-nilai tradisional Asia dan kekuatan otoritarian” kadang-kadang dapat menjadi hambatan reaktif terhadap kemajuan ini.
Freddy Lim menekankan bahwa justru karena banyaknya tantangan yang dihadapi Taiwan, negara ini menjadi sangat istimewa, terutama karena peran kunci yang dimainkan oleh generasi muda dalam kemajuan negara. Lim mengajak untuk "memecahkan belenggu," menegaskan perlunya membangkitkan semangat pemuda dan memberdayakan mereka untuk menjadi penggerak reformasi. Dia juga mengimbau agar lebih banyak organisasi internasional atau kelompok warga dapat mencari bantuan dari pemuda Taiwan, karena generasi muda Taiwan sangat antusias untuk bekerja sama dengan internasional. Mereka menganggap membantu reformasi sebagai hal yang "keren" dan didorong untuk berani menantang status quo, serta menjadi kekuatan penting dalam perubahan sosial.