History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Menentang Perubahan Status Quo dengan Kekuatan Militer, Mantan PM Jepang: Perdamaian di Selat Taiwan adalah Konsensus Internasional

  • 21 August, 2024
  • 尤繼富
Menentang Perubahan Status Quo dengan Kekuatan Militer, Mantan PM Jepang: Perdamaian di Selat Taiwan adalah Konsensus Internasional
Menentang Perubahan Status Quo dengan Kekuatan Militer, Mantan PM Jepang: Perdamaian di Selat Taiwan adalah Konsensus Internasional

(Taiwan, ROC) – Mantan Perdana Menteri Jepang, Yoshihiko Noda dalam pidatonya di “Forum Ketagalan” pada hari ini (21/8) menyampaikan bahwa negara-negara di dunia mulai menyadari akan pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, “ini telah menjadi konsensus global”.

Sebagai negara tetangga yang berbagi nilai-nilai dengan Taiwan, Jepang tidak hanya harus menjadi yang terdepan dalam menyampaikan pesan ini kepada komunitas internasional, tetapi juga akan memanfaatkan berbagai kesempatan untuk menyampaikan pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan kepada negara-negara lain, termasuk Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan dan The Prospect Foundation bersama-sama menggelar “Forum Ketagalan, Dialog Keamanan Indo-Pasifik”, dan mengundang mantan Perdana Menteri Jepang dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Yoshihiko Noda untuk menyampaikan pidato.

Dalam pembukaannya, Yoshihiko Noda menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian Taiwan yang berhasil meraih dua emas dan lima perunggu di Olimpiade Paris tahun ini, serta penampilan luar biasa dari pasangan “Lin-Yang”.

Dalam kunjungannya ke Taiwan untuk kali keempat, Yoshihiko Noda menjelaskan terkait pengalaman dari tiga kunjungan sebelumnya, yang mengarah pada kemajuan berkelanjutan dalam hubungan Jepang-Taiwan selama lebih dari 20 tahun terakhir.

Dirinya berharap kedua belah pihak ke depannya dapat semakin sering dan berkolaborasi secara mendalam di berbagai bidang seperti ekonomi, perdagangan, pariwisata, interaksi antar daerah, dan pertukaran pemuda.

Yoshihiko Noda menyatakan bahwa Taiwan dan Jepang adalah mitra yang berbagi nilai-nilai seperti demokrasi dan kebebasan. Dirinya secara tegas menentang upaya dalam mengubah status quo dengan kekuatan militer, serta menekankan bahwa penyelesaian konflik secara damai sangatlah penting. Dalam beberapa tahun terakhir, pernyataan atau komunike yang dikeluarkan Jepang bersama Amerika Serikat, dan G7 juga terus menekankan akan pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

Yoshihiko Noda menyatakan dukungan yang kuat terhadap ruang internasional Taiwan. Dirinya sangat menyesalkan keputusan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Majelis Kesehatan Dunia (WHA) yang menolak kehadiran Taiwan sebagai pengamat. Sebagai anggota perlemen, ia akan terus mendukung partisipasi Taiwan. Terkait Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP), pemerintah Jepang sudah menyambut baik permohonan Taiwan untuk bergabung, dan dirinya akan memikirkan apa yang bisa dilakukan untuk Taiwan.

Selain itu, Yoshihiko Noda juga secara khusus menyebutkan Kerangka Kerja Sama dan Pelatihan Global (GCTF), sebuah platform yang diprakarsai bersama oleh Taiwan dan Amerika Serikat, di mana Jepang telah bergabung sebagai mitra pada tahun 2019. Yoshihiko Noda menekankan akan pentingnya dalam terus memperkuat dan secara aktif mendorong kerja sama di berbagai bidang melalui platform ini.

Komentar

Terbarumore