(Taiwan, ROC) – Dosen dan mahasiswa Universitas Nasional Yang Ming Chiao Tung (NYCU) baru-baru ini menerima surat dari rektor yang mengingatkan semua orang untuk menghormati keberagaman budaya.
Hal ini bermula ketika ada seorang mahasiswa asing yang menemukan sebuah unggahan di Instagram Story pribadi seorang pria yang merekam para mahasiswa asing yang kala itu sedang makan di restoran cepat saji, tetapi disertai dengan teks yang mengandung kata-kata bernada diskriminatif.
Setelah hal tersebut diketahui oleh seorang dosen, kasus ini segera dilaporkan untuk diselidiki. Rektor NYCU kemudian mengirimkan email kepada seluruh dosen dan mahasiswa, mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat harus didasarkan pada penghormatan terhadap keberagaman budaya. Lingkungan kampus yang bebas dan terbuka memerlukan upaya bersama untuk dijaga. Mengenai insiden ini, pihak universitas memilih untuk memercayai jikalau hal tersebut adalah kesalahan yang tidak disengaja, tetapi juga mengingatkan bahwa, baik disengaja maupun tidak, setiap orang harus bertanggung jawab atas perkataan dan perbuatannya.
“Iya (mengandung diskriminasi). Tidak seharusnya berbicara secara sembarangan, terutama di internet.”, ujar seorang mahasiswa lain dari Universitas NYCU.
Meskipun gambar dan teks yang bersifat diskriminatif itu sudah tidak terlihat lagi, tetapi sudah tersebar di kalangan mahasiswa asing. Pihak universitas menegaskan bahwa mereka akan secara aktif mendampingi mahasiswa-mahasiswa asing agar mereka tahu jikalau orang-orang seperti itu adalah “minoritas” di Taiwan.