(Taiwan, ROC) – Gempa bumi berkekuatan 6,3 SR mengguncang wilayah perairan timur Taiwan pada pukul 07:35 Jumat pagi ini (16/8).
Pusat gempa dilaporkan berada di lepas pantai timur Taiwan dengan kedalaman hanya 9,7 km, tergolong gempa sangat dangkal. Gempa ini dirasakan di seluruh Taiwan, dengan beberapa daerah mencapai intensitas hingga level 4, termasuk Shui Lian di Hualien, Kota Hualien, Ao Hua di Yilan, Changbin di Taitung, Aowanda di Nantou, Lishan di Taichung, Fanlu di Chiayi, Kota Changhua, dan Mailiao di Yunlin. Daerah dengan intensitas gempa level 3 termasuk Kota Yilan, Wufeng di Hsinchu, Taichung, New Taipei, Taoyuan, Baihe di Tainan, Kota Chiayi, dan Jiaxian di Kaohsiung.
Wakil Direktur Pusat Seismologi dari Ditjen Klimatologi Sentral (CWA) Taiwan, Xu Li-wen (許麗文) menjelaskan bahwa gempa ini terjadi karena lempeng laut Filipina yang menyusup ke bawah lempeng Benua Eurasia di bagian utara. Gempa terjadi di zona subduksi pada tepi depan lempeng ini. Pusat gempa terletak sangat dekat dengan distribusi gempa susulan Hualien pada tanggal 3 April, tetapi karena gempa susulan tersebut telah mereda selama beberapa waktu, gempa kali ini diperkirakan disebabkan oleh penyesuaian dan pelepasan tegangan pada lempeng di sekitarnya, sehingga tidak terkait dengan gempa 3 April. Gempa ini juga merupakan peristiwa yang terpisah dan tidak ada hubungannya dengan gempa di Yilan yang terjadi pada tanggal 15 Agustus. Tidak menutup kemungkinan bahwa gempa susulan dengan magnitude 5,5 akan terjadi dalam tiga hari ke depan.
Xu Li-wen (許麗文) menunjukkan bahwa gempa ini dirasakan di seluruh Taiwan, dan alarm peringatan bencana pun dikeluarkan untuk 15 kabupaten di pulau utama, kecuali Kaohsiung, Pingtung, Taoyuan, dan Keelung. Meskipun intensitas gempa di Taipei hanya mencapai level 2, alarm peringatan juga dikeluarkan untuk wilayah Taipei karena efek dari wilayah basin dan gedung-gedung tinggi.
Ketika ditanya apakah frekuensi gempa di Taiwan baru-baru ini menunjukkan situasi yang tidak normal, Xu Li-wen (許麗文) menuturkan bahwa wilayah timur memang sering mengalami aktivitas seismic, sehingga sulit untuk memprediksi waktu terjadinya gempa. Berdasarkan catatan sejarah pengamatan gempa, dalam radius 35 kilometer dari pusat gempa ini, telah terjadi sebanyak 15 gempa dengan magnitudo di atas 6, sehingga kejadian ini bukanlah hal yang langka.