(Taiwan, ROC) --- Kewajiban memberi "Uang Berbakti" kepada orang tua selalu menjadi topik yang hangat untuk diperdebatkan. Seorang mahasiswa yang bekerja paruh waktu mengeluh bahwa orang tuanya menuntutnya untuk memberikan total NT$10.000 per bulan sebagai uang bulanan sejak mereka pensiun. Jika tidak, ia akan dianggap anak yang tidak berbakti.
Padahal, penghasilan kerja sambilan sang anak per bulan maksimal hanya NT$15.000, itu pun masih harus dipotong untuk biaya kuliah.
Melalui unggahan di forum online Dcard, mahasiswa berusia 21 tahun ini bercerita bahwa ia masih kuliah sambil bekerja paruh waktu. Keluarganya terbilang berkecukupan, karena menjalankan bisnis di bidang teknologi pangan, sehingga ia tidak pernah kekurangan. Namun, mimpi buruknya dimulai saat kedua orang tuanya masuk masa pensiun.
圖/PEXELS
Ia ingat betul bahwa dirinya sudah mulai bekerja paruh waktu di toko waralaba sejak usia 16 tahun. Biaya sekolahnya di bangku SMA hingga perguruan tinggi juga ia tanggung sendiri. Ia hidup sangat hemat dan tidak pernah meminta uang jajan kepada orang tuanya.
Meskipun orang tuanya masih menerima uang pensiun dan tunjangan hari tua setiap bulan, tetapi mereka selalu mencari cara untuk meminta uang kepadanya. Ia diharuskan memberi masing-masing orang tuanya uang bulanan sebesar NT$5.000 (total NT$10.000).
Jika ia sedang bokek, orang tuanya akan mengomel, "Untuk apa Mama Papa susah-susah membesarkanmu kalau begini? Memberi sedikit uang untuk mengurus orang tua saja sulit?"
Ia menjelaskan lebih lanjut, karena harus membagi waktu antara kuliah dan kerja paruh waktu, penghasilannya per bulan maksimal hanya NT$15.000.
Jika harus memberi masing-masing orang tuanya NT$5.000, maka uang bulanannya akan habis terpakai NT$10.000. Bahkan, jika jam kerjanya berkurang, ia terpaksa harus menyerahkan seluruh gajinya.

圖/PEXELS
Mengingat ia harus mempersiapkan magang dan tugas akhir, ia tidak punya banyak waktu untuk bekerja paruh waktu. Oleh karena itu, ia memberi tahu orang tuanya bahwa ia tidak bisa lagi memberi mereka uang.
Tak disangka, orang tuanya sangat marah. Ia tidak hanya dimarahi, tetapi juga diusir dari rumah. Bahkan, barang-barang pribadinya seperti pakaian, komputer, dan ponsel yang berada di kamarnya di lantai 4, dibuang ke taman di lantai 1.
Sang anak juga mengaku bahwa uang pensiun dan tunjangan hari tua yang diterima orang tuanya setiap bulan setidaknya NT$50.000, yang notabene adalah jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Sementara itu, ia harus kuliah dari jam 8 pagi dan bekerja paruh waktu di toko waralaba hingga larut malam. Ia hanya bisa pasrah melihat reaksi keras dari orang tuanya.

圖/PEXELS
Unggahan ini langsung menuai berbagai komentar dari netizen. Ada yang berpendapat bahwa mungkin orang tua mahasiswa tersebut hanya ingin dihargai.
"Yang mereka inginkan bukanlah uangmu, tetapi perhatianmu. Menurutku, tidak masalah memberi sedikit jika memang mampu. Bisa jadi uang itu mereka tabung untukmu. Aku juga sudah bekerja sejak usia 16 tahun dan setiap bulan memberi uang kepada orang tua. Reaksinya tidak seheboh itu," tulis salah seorang netizen.
Namun, lebih banyak netizen yang berpendapat bahwa meminta uang bulanan kepada anak yang masih kuliah dan bekerja paruh waktu adalah tindakan yang berlebihan.
"Menurutku, memberi uang bulanan kepada orang tua itu perlu, tetapi nominalnya bisa disesuaikan dengan kemampuan, misalnya NT$100, NT$500, NT$1.000, dan lain-lain. Sedikit pun tidak masalah. Jangan jadikan 'balas budi' sebagai alasan untuk meminta uang," timpal lainnya.

圖/ingimage
Sebagian besar netizen menaruh simpati terhadap mahasiswa tersebut dan menganggap perilaku orang tuanya sebagai bentuk manipulasi emosional.
"Memang ada orang tua seperti itu, tukang manipulasi. Menurutku, orang tuamu keterlaluan. Punya uang pensiun masih saja minta uang dari anak, apa alasannya? Bukannya tidak punya uang, orang tua macam apa ini?" tulis netizen
"Fokuslah pada kuliahmu agar masa depanmu cerah. Jangan hiraukan pemerasan dari orang tuamu. Mereka terlalu egois! Sepertinya kamu harus tetap bekerja paruh waktu. Jika begitu, carilah tempat tinggal lain. Selama kuliah, kamu tidak perlu memberi mereka uang bulanan. Setelah kamu bekerja nanti, barulah beri sesuai kemampuanmu. Orang tua memang harus dihormati, tetapi jangan sampai dimanipulasi," saran salah seorang netizen
圖/ingimage
Ada juga netizen yang menyarankan agar mahasiswa tersebut mengurus dirinya sendiri terlebih dahulu dan sebaiknya hidup mandiri.
"Mintalah bantuan saudara atau teman untuk mengambil barang-barang pentingmu. Sebaiknya kamu pergi dari rumah, bicarakan hal lain nanti saja. Setelah tenang, jika kamu merasa lebih baik, segera cari tempat tinggal dan tinggalkan orang tuamu. Setelah kamu bisa mengurus diri sendiri, baik secara fisik maupun mental, barulah pikirkan hubunganmu dengan orang tuamu di masa depan," saran salah seorang netizen.