(Taiwan, ROC) -- Anggota Kongres Amerika Serikat (AS) Marilyn Strickland, memimpin delegasi anggota parlemen dari Partai Demokrat yang berkunjung ke Taiwan dari 11 hingga 15 Agustus. Delegasi ini seluruhnya terdiri dari anggota parlemen wanita. Presiden Taiwan Lai Ching-te (賴清德) pagi ini (13/8) menerima delegasi tersebut di Istana Kepresidenan. Presiden Lai pertama-tama mengucapkan terima kasih kepada para anggota parlemen yang hadir atas dukungan mereka terhadap Taiwan dan hubungan Taiwan-Amerika Serikat, serta mengakui demokrasi Taiwan melalui berbagai cara.
Presiden menyebutkan bahwa Taiwan dan AS berbagi nilai-nilai demokrasi dan kebebasan. Dalam beberapa tahun terakhir, Taiwan, AS, Jepang, dan Australia telah bersama-sama mendorong Kerangka Kerja Sama dan Pelatihan Global (GCTF) dan terus memperluas cakupannya untuk mengumpulkan kekuatan dari lebih banyak negara dalam menghadapi isu-isu global. Menghadapi ekspansi otoritarianisme, Taiwan akan meningkatkan kemampuan pertahanannya sendiri dan berharap dapat memperkuat kerja sama dengan AS untuk bersama-sama melindungi prinsip-prinsip demokrasi, serta menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.
Presiden Lai mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Taiwan dan AS terus memperdalam kemitraan mereka di berbagai bidang. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Marilyn Strickland dan Anggota Kongres AS Jill Tokuda yang ikut dalam delegasi, atas upaya mereka yang aktif dalam mendorong undang-undang otorisasi pertahanan, yang mencakup banyak inisiatif untuk membantu Taiwan memperkuat kemampuan pertahanannya, serta terus meningkatkan investasi di kawasan Indo-Pasifik.
Selain itu, Presiden Lai juga berterima kasih kepada DPR AS yang mempromosikan "Undang-Undang Pengurangan Pajak Berganda AS-Taiwan", dan berharap Kongres AS dapat segera menyelesaikan legislasi terkait untuk mengatasi masalah pajak berganda antara Taiwan dan AS, serta memperkuat investasi dan kerja sama industri bilateral.
Marilyn Strickland menekankan bahwa kemitraan antara Taiwan dan AS sangat kuat, tetapi masih ada pihak-pihak lain di dunia yang berusaha merusak stabilitas demokrasi di berbagai tempat. Mereka menggunakan informasi palsu, berusaha mempengaruhi pemilihan, dan mencoba merusak hubungan antara negara-negara demokratis. Namun, dia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam, dan akan berdiri bersama dengan Amerika Serikat, Taiwan, dan negara-negara di seluruh dunia, untuk terus mempromosikan kebebasan dan demokrasi.