(Taiwan, ROC) --- Petinju peraih medali emas Olimpiade Paris, Lin Yu-ting (林郁婷), terus menjadi sasaran komentar miring terkait gendernya, meskipun ia telah berjuang keras mengharumkan nama Taiwan di kancah dunia.
Sebuah kelompok feminis di Inggris bahkan dengan berani mengklaim bahwa tinggi badan Lin Yu-ting adalah bukti bahwa ia adalah seorang pria. Pernyataan tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak.
Di sisi lain, dukungan untuk Lin Yu-ting mengalir deras dari seluruh dunia. Media internasional ramai-ramai memberitakan kemenangannya sebagai tamparan telak bagi para penentang.
Putri seorang dokter kandungan ternama di Taiwan, Shih Jin-chung (施景中), bahkan membuat komik strip berbahasa Inggris untuk menunjukkan dukungannya kepada sang atlet.
Sebelas panel komik penuh warna dengan karakter yang menggemaskan dan slogan-slogan berbahasa Inggris ini adalah karya putri dokter kandungan terkenal Universitas Nasional Taiwan, Shih Jin-chung. Komik ini dibuat sebagai bentuk dukungan untuk petinju peraih medali emas Olimpiade, Lin Yu-ting.
Dokter Shih Jin-chung dengan bangga membagikan karya putrinya yang diselesaikan dalam waktu dua jam sebelum pertandingan final. Komik tersebut seolah menjadi pesan penyemangat jarak jauh untuk Lin Yu-ting.
Pesan tersebut berbunyi, "Kalian telah menunjukkan kepada kami betapa kuatnya seorang wanita. Keberanian kalian jauh lebih berharga daripada medali emas. Perempuan itu seperti kantong teh. Sebelum diseduh ke dalam air panas, selamanya kamu tidak akan pernah tahu, ternyata betapa kuatnya dirimu".
Sebuah organisasi feminis di Inggris menuai kecaman keras setelah mengunggah pernyataan kontroversial di platform X. Mereka mengklaim bahwa Lin Yu-ting adalah laki-laki karena keunggulan tinggi badannya, yang mereka anggap sebagai ciri khas laki-laki.
Pernyataan diskriminatif ini menunjukkan kurangnya kepekaan dari sebuah kelompok yang seharusnya menjunjung tinggi kesetaraan.
Di sisi lain, media internasional justru ramai-ramai memberitakan kemenangan gemilang Lin Yu-ting.
Media Associated Press menulis bahwa sama seperti Imane Khelif, Lin Yu-ting memberikan respons telak kepada dunia tinju dan dunia pada umumnya atas standar ganda yang diterapkan pada identitas perempuan."
Media The Guardian juga memuji Lin Yu-ting dengan mengatakan, "Kemenangan dominan Lin Yu-ting di setiap pertandingan membuktikan bahwa ia memang tak terkalahkan."
Putri kebanggaan Taiwan ini telah membuktikan dengan prestasi gemilang bahwa pujian media internasional bukanlah isapan jempol belaka. Badai di luar ring tidak akan pernah mampu menggoyahkan semangat juangnya.