(Taiwan, ROC)-- Pameran Anggrek Taiwan di Kebun Botani Queens, New York, tahun ini memasuki tahun ke-11. Kepala Kantor Perwakilan Taiwan di New York, Tom Chih-chiang Lee (李志強), mengungkapkan bahwa Taiwan adalah kerajaan anggrek, dan bunga ini diharapkan menjadi jembatan Taiwan untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dengan Amerika.
Pameran Anggrek Taiwan yang diselenggarakan bersama oleh Kantor Perwakilan Taiwan di New York dan Kebun Botani Queens, New York, mengadakan konferensi pers dan tur pada tanggal 8 Agustus. Tom Chih-chiang Lee beserta istri, Duta Kebun Botani Queens Pauline Huang, Direktur Kebun Botani Queens Evie Hantzopoulos ,dan Anggota Kongres AS Grace Meng (孟昭文) terpilih dari New York juga hadir.
Selain pameran anggrek, pameran ini juga menghadirkan pertunjukan seniman Taiwan, makanan Taiwan, serta informasi pariwisata Taiwan, dengan harapan dapat memperdalam pemahaman masyarakat Amerika Serikat (AS) tentang Taiwan.
Tom Chih-chiang Lee mengungkapkan bahwa Taiwan adalah "Kerajaan Anggrek" dengan lebih dari 400 jenis anggrek endemik. Dari sekitar 60 jenis anggrek yang diperdagangkan di seluruh dunia, sebagian besar di antaranya berasal dari Taiwan. Tahun lalu, perdagangan anggrek Taiwan mencapai sekitar US$200 juta, dengan AS menjadi pasar terbesar untuk anggrek Taiwan. Inilah mengapa anggrek dianggap sebagai bunga yang sangat cocok untuk mempererat hubungan antara AS dan Taiwan.
Pameran Anggrek Taiwan di Kebun Botani Queens tahun ini menghadirkan lebih dari 900 pot anggrek yang disediakan oleh pengusaha Taiwan di East Coast AS. Pameran ini menampilkan tiga jenis warna khas Taiwan—Taiwan Hijau, Taiwan Emas, dan Taiwan Merah—yang menggambarkan kekayaan sejarah, ekologi, dan kepercayaan rakyat Taiwan.
Acara ini terbuka untuk umum mulai tanggal 9-11 Agustus. Pengunjung dapat belajar cara menanam anggrek, membuat kerajinan tangan anggrek, dan berbagai aktivitas kebudayaan lainnya. Selain itu, tersedia juga konsultasi wisata Taiwan di lokasi acara.