(Taiwan, ROC) --- Belum lama ini, Dinas Sosial menuntut biaya perawatan seorang lansia berusia 87 tahun yang mengalami demensia kepada kedua putranya. Namun, kedua putranya kompak mengajukan keberatan. Mereka mengaku ditelantarkan oleh ibu mereka sejak kecil dan dibesarkan oleh ayah angkat.
Selama ini, sang ibu tidak pernah hadir dalam hidup mereka, baik secara fisik maupun emosional, sehingga mereka tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu.
Oleh karena itu, mereka mengajukan permohonan pembebasan kewajiban untuk menafkahi ibu mereka. Setelah melalui proses persidangan, pihak pengadilan akhirnya mengabulkan permohonan mereka.
Dilansir dari media SET News bahwa persidangan kasus ini mengungkap fakta bahwa Ibu Amy (bukan nama sebenarnya) tidak memiliki hubungan pernikahan resmi dengan ayah dari kedua putranya. Setelah kedua putranya lahir, mereka diasuh dan dibesarkan oleh ayah angkat.
Saat ini, Amy berusia 87 tahun dan berdasarkan data aset dan pendapatan pajaknya, ia tidak memiliki harta benda dengan total kekayaan nol rupiah.
Kondisi Amy yang mengalami demensia ringan dan gangguan pendengaran membuatnya sulit berkomunikasi dan mengekspresikan diri. Ia pun tidak mampu lagi hidup mandiri.

圖/PEXELS
Berdasarkan penyelidikan, Amy hanya memiliki penghasilan tahunan sebesar NT$2.000 dari dana Chongyang yang diberikan sekali setahun, serta subsidi sebesar NT$9.912 dari Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, dan tunjangan lansia sebesar NT$3.772 per bulan yang diterimanya sejak Januari 2020.
Berdasarkan fakta-fakta ini, pengadilan memutuskan bahwa Amy tidak memiliki kemampuan finansial yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum tahunannya, dan membutuhkan bantuan finansial dari pihak lain.
Selama persidangan, putra sulung Amy mengungkapkan bahwa ia dan adiknya selalu hidup bersama dan tidak pernah mengetahui keberadaan ibu mereka. Mereka juga tidak pernah merasakan kasih sayang dan pengasuhan seorang ibu.
Ia menambahkan bahwa adiknya bahkan sempat tinggal di panti asuhan karena keterbatasan ekonomi ayah angkat mereka. Adiknya baru bisa kembali hidup bersama mereka setelah kondisi ekonomi ayah angkat membaik dan diasuh hingga kelas 5 SD.
Setelah itu, ia lah yang bertanggung jawab mengasuh dan membesarkan adiknya hingga dewasa.
圖/PEXELS
Hakim menilai bahwa sebagai seorang ibu, Amy seharusnya memenuhi kewajiban untuk mengasuh dan membesarkan anak-anaknya. Namun faktanya, Amy justru meninggalkan kedua putranya sejak mereka lahir hingga dewasa tanpa memberikan pengasuhan dan perhatian yang layak.
Tindakan Amy yang lalai dalam menjalankan kewajiban sebagai seorang ibu tanpa alasan yang jelas, dinilai sebagai pelanggaran berat.
Berdasarkan undang-undang yang berlaku, hakim memutuskan untuk membebaskan kedua putra Amy dari kewajiban menafkahi ibu mereka.