(Taiwan, ROC) --- Pendiri Studio Classroom, Doris Marie Brougham, meninggal dunia pada Selasa malam hari (6/8) di usia 98 tahun. Presiden Lai Ching-te (賴清德) menyampaikan belasungkawa dan berterima kasih atas dedikasi Doris Marie Brougham yang telah membawa pengaruh positif bagi masyarakat Taiwan.
Juru Bicara Kantor Kepresidenan, Kolas Yotaka, menyatakan bahwa Presiden Lai merasa sedih dan kehilangan yang mendalam setelah mendengar berita tersebut. Beliau mengagumi dedikasi Doris Marie Brougham bagi Taiwan sepanjang hidupnya, seorang pendidik yang patut dihormati.
Studio Classroom yang didirikan pada tahun 1962 telah menjadi kenangan bersama lintas generasi bagi masyarakat Taiwan. Presiden Lai juga mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Doris Marie Brougham atas keberaniannya dalam menyuarakan kepentingan Taiwan di kancah internasional selama beberapa dekade terakhir, membawa pengaruh positif bagi masyarakat.
Presiden Lai berharap keluarga Doris Marie Brougham tabah dan tegar dalam menghadapi duka ini. Beliau juga mengatakan bahwa semangat Doris Marie Brougham dalam mengabdikan diri pada pendidikan dan cintanya kepada Taiwan akan terus berkembang bersama masyarakat Taiwan di Bumi Formosa.
Pendiri “Studio Classrom”, Doris Marie Brougham dikabarkan telah meninggal dunia. Perdana Menteri Taiwan, Cho Jung-tai (卓榮泰) pada hari ini (7/8) menyampaikan belasungkawa di jejaring Facebook, serta menyatakan bahwa Doris Marie Brougham telah membuka jalan bagi banyak orang Taiwan untuk belajar bahasa Inggris. Beliau tidak hanya menjadi pelopor pendidikan bahasa inggris di Taiwan, tetapi juga sebagai duta pertukaran budaya, menjembatani hubungan antara Taiwan dan dunia.
PM Cho menuturkan, Doris Marie Brougham datang dari Amerika Serikat (AS) ke Taiwan dan mengabdikan lebih dari 70 tahun hidupnya untuk Taiwan. Doris Marie Brougham bertekad membawa pendidikan bahasa Inggris kepada penduduk pulau ini. Sedari tahun 1962, ia mulai merekam program radio pengajaran bahasa inggris “Studio Classrom”, yang kemudian berkembang menjadi majalah seperti “Let’s Talk in English”, “Studio Classroom”, dan “Advanced”. PM Cho mengatakan bahwa banyak orang Taiwan yang pernah bertemu Doris Marie Brougham dalam perjalanan belajar bahasa Inggris mereka dan mendapatkan pencerahan darinya.
PM Cho menambahkan, Doris Marie Brougham pada tahun 1999 mulai mengadakan kamp musim panas bahasa Inggris di daerah terpencil, menggunakan pendidikan bahasa Inggris dan pendidikan karakter untuk memotivasi minat belajar anak-anak di pedesaan. Ia membantu anak-anak membangun nilai dan pandangan hidup yang benar, sehingga sumber daya belajar bahasa Inggris dapat menjangkau setiap sudut, baik di kota maupun di desa. PM Cho menuturkan bahwa kontribusi Doris Marie Brougham tidak hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga terlihat dalam kepedulian dan pengabdiannya kepada masyarakat.
PM Cho menyatakan bahwa hati yang penuh kasih dan pengabdian tanpa pamrih dari mendiang Doris Marie Brougham telah menyentuh banyak orang dan menjadi teladan bagi masyarakat. Dirinya mengemukakan, Doris Marie Brougham telah resmi menjadi warga negara Taiwan pada tahun lalu, mengajarkan kita sepanjang hidupnya bagaimana mencintai Taiwan dan mencintai sesama.
PM Cho menunjukkan, kepergian Doris Marie Brougham adalah kehilangan besar bagi dunia pendidikan Taiwan, tetapi warisan spiritual dan teladan yang ia tinggalkan adalah harta yang tak ternilai, dan senantiasa menjadi sumber inspirasi bagi kita semua.
Dengan rasa hormat yang mendalam dan kesedihan yang besar, PM Cho mengucapkan selamat tinggal kepada pendidik yang hebat ini. Semoga Doris Marie Brougham dapat beristirahat dengan damai di surga, dan semoga semangatnya selalu hidup di dalam hati kita.