(Taiwan, ROC) --- Taifun Gaemi yang menerjang selatan Taiwan selatan pada Juli lalu telah menyebabkan banjir parah di lebih dari 6 kabupaten/kota dan memicu wabah melioidosis.
Menurut Wikipedia, melioidosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Gram-negatif bernama Burkholderia pseudomallei.
Kebanyakan orang yang dijangkiti Burkholderia pseudomallei tidak mengalami satupun gejala, tetapi mereka yang mengalami gejala memiliki tanda dan gejala dari gejala ringan seperti demam, perubahan kulit, radang paru-paru, dan bisul, hingga gejala berat seperti radang otak, radang sendi, dan tekanan darah rendah yang berbahaya yang menyebabkan kematian.
Pada Selasa kemarin (6/8), Taiwan Centers for Disease Control (CDC) mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada komunitas medis, yang menyatakan bahwa telah terjadi lonjakan 11 kasus melioidosis domestik setelah taifun Gaemi menerpa, termasuk 8 kasus di Kaohsiung, 2 di Tainan, dan 1 di Kabupaten Chiayi.

Taifun Gaemi yang membuat beberapa wilayah di selatan Taiwan tertimpa bencana banjir. 圖/UDN
Ke-11 pasien tersebut dirawat di rumah sakit, dengan 3 di antaranya berada di unit perawatan intensif. Ada total 18 kasus telah dilaporkan tahun ini, menandai rekor tertinggi dalam periode yang sama dalam 5 tahun.
Wakil Direktur Jenderal CDC, Lo Yi-chun (羅一鈞), secara khusus menyoroti kabupaten dan kota di selatan Taiwan, termasuk Yunlin, Chiayi, Tainan, Kaohsiung, dan Pingtung, untuk mewaspadai wabah pasca-bencana, yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada akhir Agustus.
Wabah melioidosis terbesar sebelumnya pernah terjadi di Taiwan pada tahun 2005 setelah Taifun Haitang dan Talim melanda, dengan total 42 kasus yang dikonfirmasi melanda kawasan pesisir Sungai Erren di selatan Taiwan, yang mana mengakibatkan 8 kematian.
Wakil Direktur Jenderal CDC, Lo Yi-chun (羅一鈞) 圖/YAHOOTAIWAN
Lo Yi-chun menjelaskan bahwa melioidosis adalah penyakit menular kategori keempat, yang terutama ditularkan melalui kontak tanah atau air yang terkontaminasi dengan luka terbuka pada kulit.
Infeksi juga dapat terjadi melalui penghirupan atau konsumsi debu atau air yang terkontaminasi.
Menurut laporan internasional, tingkat kematian akibat melioidosis dapat mencapai 40% hingga 75%, sedangkan tingkat kematian di Taiwan berada di rentang 4,5%.
Individu dengan diabetes, penyakit paru-paru, penyakit hati, penyakit ginjal, kanker, atau gangguan sistem imun termasuk dalam kelompok berisiko tinggi dan lebih rentan mengalami komplikasi serius.