(Taiwan, ROC) - Tim Taiwan meraih medali emas pertamanya di Olimpiade Paris 2024 setelah pasangan bulu tangkis Lee Yang (李洋) dan Wang Chi-lin (王齊麟) memenangkan final ganda putra pada hari Minggu, beberapa jam setelah petinju putri Lin Yu-ting (林郁婷) mengamankan tempat di semifinal.
Pasangan ganda putra bulu tangkis Taiwan Lee Yang dan Wang Chi-lin berhadapan dengan pasangan Tiongkok Liang Weikeng (梁偉鏗) dan Wang Chang (王昶) di final bulu tangkis ganda putra Olimpiade Paris, pada Minggu malam.
Lee dan Wang berhasil merebut babak pertama dengan skor 21-17. Memasuki babak kedua, tim Taiwan sempat unggul 18-17, tetapi kehilangan poin secara beruntun sehingga membuat pasangan Tiongkok menyamakan kedudukan menjadi 21-18 dan memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak ketiga.
Di babak penentuan, pasangan Lee/Wang berhasil memperlebar jarak dan menutup pertandingan dengan skor 21-19. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan mereka mempertahankan gelar juara Olimpiade untuk kedua kalinya.
Sekitar pukul 8 malam pada hari Minggu, ribuan warga berkumpul di lobi Taipei Main Station untuk menonton siaran langsung pertandingan Lee/Wang. Para penonton yang juga mencakup Wakil Perdana Menteri Cheng Li-chun (鄭麗君) membawa Taiwan Beer Gold Label sebagai simbol dukungan mereka untuk tim Taiwan, dan suasana tempat tersebut penuh dengan kegembiraan.
Segera setelah kemenangan tersebut, Presiden Lai menelepon ayah Wang Chi-lin yang juga berada di lokasi, memuji bahwa kemenangan Lee dan Wang adalah kebangaan seluruh rakyat Taiwan.
Sementara itu, petinju putri Lin Yu-ting (林郁婷) memastikan bahwa tim Taiwan akan meninggalkan Paris dengan tiga medali untuk cabang tinju setelah ia mengalahkan Svetlana Staneva dari Bulgaria di perempat final kelas 57 kg putri dengan keputusan mutlak.
Kemenangan Lin menyusul diraihnya medali perunggu oleh Wu Shih-yi (吳詩儀) di kelas 60 kg putri, dan melajunya Chen Nien-chin (陳念琴) yang bertanding di kelas 66 kg putri ke semifinal.
Karena tidak ada perebutan tempat ketiga dalam tinju, Tim Taiwan telah mencetak rekor baru dengan mengantongi sedikitnya tiga perunggu, lebih banyak satu perunggu yang diraih di Tokyo tiga tahun lalu.
Kendati demikian, kontroversi perihal jenis kelamin Lin terus berlanjut. Asosiasi Tinju Internasional (IBA) dijadwalkan mengadakan konferensi pers pada hari Senin untuk mengklarifikasi kesalahpahaman tentang identitas gendernya dan menerangkan hasil "tes" yang tak dijelaskan tahun lalu.
Di sisi lain, Lin Yu-tang (林昱堂) gagal lolos ke babak final dalam debutnya untuk lompat jauh putra. Pelompat jauh berusia 24 tahun, yang catatan terbaik pribadinya adalah 8,40 meter, mencatat lompatan terpanjang sejauh 7,70 meter pada hari Minggu dalam upaya pertamanya. Ia melakukan kesalahan pada lompatan keduanya sebelum mendarat di lubang pasir dengan jarak 7,66 meter pada upaya terakhirnya.
Dan pada hari Minggu juga, pegolf Pan Cheng-tsung (潘政琮) dan Kevin Yu (俞俊安) menyelesaikan kompetisi individu empat hari, finis di posisi ke-18 dan ke-52 di antara 60 peserta, termasuk dua yang mengundurkan diri.
Pan, yang memenangkan medali perunggu dalam pertandingan di Olimpiade Tokyo sebelumnya, finis di posisi ke-18 dengan total skor 276, delapan di bawah par; sementara Yu, yang bertanding di Olimpiade pertamanya, mencetak skor 288, empat di atas par.