(Taiwan, ROC) --- Unit Khusus Kabupaten Changhua yang dinaungi oleh Ditjen Keimigrasian Nasional (NIA), menerima informasi perihal adanya PMA (Pekerja Migran Asing) yang bekerja tidak sesuai dengan job sebenarnya, di sebuah proyek konstruksi di Xiushui, Kabupaten Changhua, pada hari libur.
Investigasi mengungkap bahwa para PMA tersebut direkrut oleh seorang individu bernama Ahui (nama samaran), yang berasal dari negara yang sama.
Melalui grup Facebook, Ahui mempromosikan bahwa ia hendak membantu sesamanya mencari pekerjaan tambahan untuk mendapatkan penghasilan selama hari libur.
Di sini, Ahui berperan sebagai perantara antara PMA dengan pemberi kerja. Tindakan Ahui tersebut jelas melanggar hukum dan dikenai sanksi denda sebesar NT$150.000 dan NT$100.000.
Unit Khusus Kabupaten Changhua menegaskan bahwa segala bentuk pelanggaran hukum akan ditindak tegas.

Pekerja migran didenda karena bekerja sampingan di lokasi konstruksi saat hari libur. 圖/彰化縣政府
Berdasarkan data dari Pemerintah Kabupaten Changhua, tercatat ada 61.696 PMA di kawasan mereka pada akhir tahun 2023, yang terdiri dari 41.128 laki-laki dan 20.568 perempuan.
Lebih dari 80% PMA berasal dari Vietnam dan Indonesia, dengan mayoritas bekerja di sektor manufaktur.
Investigasi awal menunjukkan bahwa seorang kontraktor bermarga Wu (吳姓) "mencari" PMA melalui Ahui karena kondisi kekurangan tenaga kerja di proyek konstruksinya.
Ahui kemudian memanfaatkan grup Facebook untuk mencari PMA yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan selama liburan. Ia bertanggung jawab atas komunikasi dengan kontraktor serta mengelola gaji dan biaya makan para PMA.
Meskipun Ahui berdalih bahwa ia hanya "berniat membantu" dan "tidak menerima imbalan sepeserpun", tetapi tindakannya sudah melanggar hukum.
NIA telah melaporkan kasus ini kepada otoritas yang berwenang, dan Ahui dijatuhi sanksi denda sebesar NT$100.000 karena melanggar Pasal 45 Undang-Undang Layanan Ketenagakerjaan, yang menyatakan bahwa tidak seorang pun boleh menjadi perantara bagi WNA untuk bekerja secara ilegal bagi orang lain.

Pekerja migran didenda karena bekerja sampingan di lokasi konstruksi saat hari libur.圖/彰化縣政府
Kepala Unit Khusus Kabupaten Changhua, Chang Yu-lung (張玉龍), menegaskan bahwa menjadi perantara bagi PMA legal untuk bekerja di luar job mereka, juga merupakan bentuk pelanggaran hukum.
NIA tidak hanya akan terus menindak PMA ilegal (hilang kontak), tetapi juga akan memperkuat upaya untuk melacak dan menindak agensi ilegal.
Individu yang terbukti menjadi perantara bagi WNA untuk bekerja secara ilegal dapat dikenai denda mulai dari NT$100.000 hingga NT$500.000, sementara mereka yang mempekerjakan atau menampung WNA ilegal dapat dikenai denda maksimum sebesar NT$750.000.
Masyarakat diimbau untuk tidak mengambil risiko atau bertindak gegabah dengan alasan berniat baik, karena dapat mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan.