History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Lansia Gemar “Slow Jogging”, Dokter: Pemanasan Tidak Boleh Dilewatkan, Jika Tidak Akan Semakin Sakit Saat Berlari

  • 02 August, 2024
  • 陳柏萇
Lansia Gemar “Slow Jogging”, Dokter: Pemanasan Tidak Boleh Dilewatkan, Jika Tidak Akan Semakin Sakit Saat Berlari
Lansia Gemar “Slow Jogging”, Dokter: Pemanasan Tidak Boleh Dilewatkan, Jika Tidak Akan Semakin Sakit Saat Berlari

(Taiwan, ROC) – Baru-baru ini “Slow Jogging” sedang populer di kalangan lansia. Seorang dokter pada hari ini (2/8) mengemukakan bahwa banyak lansia yang mengalami nyeri lutut akibat slow jogging tersebut. Dirinya mengingatkan untuk melakukan pemanasan dan peregangan sebelum melakukan slow jogging. Para pemula tidak boleh “terlalu bersemangat”, melainkan harus menyertainya dengan jalan santai atau jalan cepat agar tidak semakin merasa sakit.

Slow Jogging adalah jenis olahraga lari dengan intensitas rendah, langkah kecil, dan kecepatan yang sangat lambat, sehingga mudah digandrungi oleh banyak orang. Namun, apakah slow jogging benar-benar bermanfaat?

Dr. Chen Jian-long (陳建龍), selaku Direktur Pusat Kedokteran Olahraga di RS Taipei pada hari ini (2/8) dalam sebuah wawancara menyatakan, slow jogging adalah bentuk olahraga aerobic yang dilakukan dengan berlari di tempat, yang juga dapat dilakukan di dalam ruangan. Langkah kaki tidak terlalu tinggi dari tanah, sekitar 15-20 cm, dengan intensitas antara berjalan cepat dan berlari. Latihan ini dapat melatih kekuatan otot dan memperkuat fungsi jantung dan paru-paru. Meskipun Slow Jogging memiliki manfaat olahraga, tetapi ia juga dapat menyebabkan cedera olahraga. Dirinya sering menemui banyak kasus nyeri lutut akibat slow jogging di klinik ortopedi.

Dr. Chen Jian-long (陳建龍) menyebutkan bahwa ada banyak video di internet yang mengajarkan cara melakukan slow jogging dan juga menjelaskan akan manfaatnya, tetapi tidak menekankan pentingnya pemanasan dan peregangan sebelum berolahraga. Terutama bagi kelompok usia menengah dan lanjut yang sering melakukan slow jogging, apabila tidak melakukan pemanasan dan peregangan terlebih dahulu, mereka seiring waktu cenderung merasa semakin lelah dan sakit. Dirinya menyarakankan untuk melakukan pemanasan dan peregangan selama 5-10 menit sebelum berolahraga, dan bagi pemula, sebaiknya disertai dengan berjalan santai dan cepat untuk menghindari efek samping yang negatif.

Mengenai kelompok mana yang tidak cocok untuk melakukan slow jogging, Dr. Chen mengatakan bahwa pasien yang baru menjalani operasi sendi tidak dianjurkan untuk melakukan slow jogging dalam 6 bulan pertama masa rehabilitasi mereka. Selain itu, lansia yang biasanya tidak aktif secara fisik harus melakukannya secara bertahap guna terhindar dari cedera olahraga.

Komentar

Terbarumore