(Taiwan, ROC) – Kementerian Lingkungan Hidup Taiwan (MOENV) secara aktif mempromosikan bebagai kebijakan untuk mengurangi plastik. Menteri Lingkungan Hidup Peng Chi-ming (彭啓明) pada 30 Juli lalu mengumumkan, bahwa mulai 1 Januari tahun depan, pelaku bisnis perhotelan di Taiwan tidak akan diizinkan menyediakan perlengkapan hotel sekali pakai, selain juga memberikan insentif subsidi hotel. Hal ini dimaksudkan juga untuk mengurangi penggunaan air kemasan plastik dan diperkirakan, sebanyak 3.000 ton karbon dioksida dapat berkurang setiap tahunnya.
Saat ini, produksi plastik tahunan global mencapai 400 juta ton, dan diperkirakan produksi plastik akan berlipat ganda pada tahun 2040. Menanggapi inisiatif pengurangan plastik pariwisata global, Kementerian Lingkungan Hidup telah mengumumkan "Target Penggunaan Terbatas dan Metode Implementasi Penggunaan Sekali Pakai Perlengkapan Perjalanan dan Akomodasi" pada tahun 2023. Beberapa operator hotel domestik telah menerapkannya secara sukarela, dan sistem baru ini akan diluncurkan secara resmi pada Tahun Baru tahun depan.
Dalam konferensi pers pada 30 Juli untuk promosi pengurangan plastik dalam perjalanan, Menteri Peng Chi-ming menyampaikan, bahwa mulai 1 Januari tahun depan, semua hotel dan penginapan akan menjadi dilarang menyediakan perlengkapan mandi cair dan produk perawatan dengan kapasitas kurang dari 180ml. Perlengkapan, termasuk sampo, kondisioner, shower gel, lotion, dll, dan enam jenis produk kebersihan diri termasuk sisir, sikat gigi, pasta gigi, topi mandi, pisau cukur, dan busa cukur tidak boleh dipajang secara aktif di dalam ruangan. Kami berharap dapat "mengganti yang kecil dengan yang besar" dan "mendorong persiapan sendiri" untuk mencapai pengurangan sumber limbah terkait.
Ia pun menyampaikan, bahwa subsidi akan diberikan di tahun mendatang untuk mendorong pelaku bisnis perhotelan mengurangi penggunaan air kemasan plastik, termasuk beralih ke air kemasan kaca, menambah dispenser air, dan menyediakan gelas daur ulang. Diperkirakan sebanyak 2.300 ton plastik dapat dikurangi dan sekitar 3.000 ton emisi karbon dapat dikurangi per tahunnya.
Peng Chi-ming menyampaikan, bahwa PBB akan mengadopsi “Perjanjian Plastik Global” pada akhir tahun ini dan beberapa negara akan melarang penggunaan kemasan plastik sekali pakai mulai 2030. Pada awalnya, masyarakat mungkin tidak terbiasa, tapi seiring dengan adanya berbagai langkah, gerakan budaya baru untuk perlindungan lingkungan akan terbentuk.