History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Olimpiade Paris / Tersingkir Lebih Awal di Olimpiade, Tai Tzu-ying Menitikkan Air Mata, Penggemar Ikut Bersedih

  • 02 August, 2024
  • 尤繼富
Olimpiade Paris / Tersingkir Lebih Awal di Olimpiade, Tai Tzu-ying Menitikkan Air Mata, Penggemar Ikut Bersedih
Olimpiade Paris / Tersingkir Lebih Awal di Olimpiade, Tai Tzu-ying Menitikkan Air Mata, Penggemar Ikut Bersedih

(Taiwan, ROC) --- Bintang bulu tangkis dunia asal Taiwan, Tai Tzu-ying (戴資穎) melakoni "tarian terakhir" di Olimpiade, sayangnya ia kalah dari sahabat sekaligus rival beratnya, yakni pemain asal Thailand, Ratchanok Intanon. 

Gagal melaju ke babak 8 besar, Tai Tzu-ying tak kuasa menahan air mata. Ia mengaku meski ada rasa sesal, tetapi bisa menuntaskan pertandingan Olimpiade terakhirnya, tetap membawa kelegaan tersendiri. 

Melihat Tai Tzu-ying yang tampak kesulitan di lapangan karena cedera, para penggemar pun merasa sangat iba. Menyaksikan langsung pertandingan tersebut, Dirjen Olahraga Taiwan, Cheng Shih-chung (鄭世忠) juga merasa sedih, sekaligus berterima kasih atas dedikasi Tai Tzu-ying selama bertahun-tahun mengharumkan nama Taiwan di kancah internasional.

Ia berharap ke depannya Tai Tzu-ying dapat membantu negara dalam melahirkan bibit-bibit muda berbakat, guna melanjutkan bakat dari generasi penerus.

Pada pertandingan babak 16 besar bulu tangkis tunggal putri Olimpiade Paris, Tai Tzu-ying harus mengakui keunggulan rival lamanya, Ratchanok Intanon dari Thailand. 

Kekalahan ini sekaligus menjadi akhir perjalanan Tai Tzu-ying di ajang Olimpiade. Usai pertandingan, Ratchanok berinisiatif memeluk Tai Tzu-ying, keduanya tampak meneteskan air mata.

Momen ini menyentuh sekaligus mengharukan bagi banyak orang, karena pemandangan seperti ini tak akan lagi terlihat di masa mendatang.

Terkait hasil Olimpiade Paris yang terhenti di babak 16 besar, Tai Tzu-ying mengaku ada rasa kecewa, tetapi ia bersyukur dapat menyelesaikan pertandingan mengingat kondisinya yang sedang cedera.

Tai Tzu-ying memiliki banyak penggemar dari berbagai negara. Tak sedikit yang jauh-jauh datang ke Paris untuk menyaksikan pertandingannya. Mereka merasa iba melihat cedera yang dialaminya. 

Seorang penggemar dari Hong Kong bahkan telah membeli tiket babak 8 besar karena yakin Tai Tzu-ying akan lolos. Akibatnya, ia tidak dapat menyaksikan satu pertandingan pun dan tak kuasa menahan kesedihannya hingga menangis.

Meskipun begitu, ia tetap menunggu di luar arena. Saat Tai Tzu-ying keluar, ia langsung menghampiri dan memeluknya, seraya memberikan semangat.

Penggemar asal Hong Kong tersebut mengatakan, "Saya dari Hong Kong dan sangat mendukungnya. Saya sudah menjadi penggemarnya sejak 2016. (Kepada wartawan: Apa yang ingin Anda sampaikan kepadanya?) Setidaknya biarkan aku selalu mencintaimu, jangan bersedih hati. Saya harap ia masih akan berlaga di turnamen akhir tahun. Kami semua berencana pergi ke Hangzhou untuk menontonnya. Tahun lalu kami menyaksikannya menang 22-20 atas An Se-young (pemain Korea) setelah tertinggal 11 poin, kami semua menyaksikannya secara langsung."

Dirjen Olahraga Taiwan, Cheng Shih-chung, yang turut menyaksikan "tarian terakhir" Tai Tzu-ying di Olimpiade, merasa sangat tersentuh saat melihat Tai Tzu-ying menahan sakit ketika mengembalikan bola di lapangan.

Ia juga berterima kasih atas dedikasi Tai Tzu-ying selama bertahun-tahun mengharumkan nama Taiwan. Ke depannya, ia berharap Tai Tzu-ying dapat membantu dalam melahirkan lebih banyak talenta baru yang berbakat.

Cheng Shih-chung mengatakan, "Saya sangat senang dapat menyaksikan langsung "tarian terakhir" sang ratu bulu tangkis. Suasana di arena sangat mengharukan, terutama saat Ratchanok Intanon memeluknya, mereka saling berpelukan dengan rasa berat hati. Momen itu terekam di televisi dan foto-foto, semuanya dapat melihatnya. Kami berterima kasih kepada Tai Tzu-ying atas perjuangannya selama bertahun-tahun mengharumkan nama negara dan meraih prestasi gemilang. Tentu saja kami berharap di masa depan ia dapat membantu negara dalam melahirkan atlet-atlet berbakat untuk estafet generasi selanjutnya."

Di sisi lain, pemain bulu tangkis tunggal putra nomor satu Taiwan, Chou Tien-chen, juga berhasil mengalahkan pemain Hong Kong Lee Cheuk Yiu, dan melaju ke babak 16 besar Olimpiade.

Pasangan ganda putra Lee Yang/Wang Chi-lin tampil gemilang dengan membalikkan keadaan atas pasangan Tiongkok dan merebut posisi juara grup untuk melaju ke babak 8 besar. 

Pertandingan mereka berlangsung sangat seru dan membuat semua orang yang menyaksikannya berdebar-debar.

Komentar

Terbarumore