(Taiwan, ROC) --- Pada akhir bulan Juli, Amerika Serikat dan Filipina mengadakan dialog tingkat menteri 2+2 untuk urusan luar negeri dan pertahanan. Pernyataan bersama pasca pertemuan menegaskan kembali bahwa perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan merupakan elemen penting bagi keamanan dan kemakmuran global.
Selain Amerika Serikat dan Filipina, komunitas demokratis seperti Uni Eropa, Jepang, dan Korea Selatan juga secara terbuka menyatakan sikap serupa belakangan ini.
Kementerian Luar Negeri Taiwan (MOFA) menyambut baik seruan komunitas internasional untuk terus memperhatikan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, mendukung nilai-nilai demokrasi, kebebasan, dan supremasi hukum, serta menjaga tatanan internasional berbasis aturan untuk secara tegas membela kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
Selama lebih dari sebulan terakhir, Tiongkok terus menerus mengutarakan Prinsip Satu Tiongkok di forum bilateral dan multilateral. Contohnya, dalam Sidang Tahunan Organisasi Negara-Negara Amerika, Tiongkok mengklaim bahwa Prinsip Satu Tiongkok telah diterima oleh mayoritas anggota komunitas internasional.
Pernyataan bersama Tiongkok dengan negara-negara seperti Kazakhstan, Azerbaijan, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste juga memasukkan frasa yang merendahkan kedaulatan Taiwan.
Namun, selama sebulan terakhir, komunitas internasional yang dipimpin oleh Amerika Serikat secara aktif memperkuat narasi terkait isu Selat Taiwan di forum bilateral dan multilateral, misal Pertemuan Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan, pertemuan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi (王毅) di sela-sela Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN.
Selain itu, isu terkait Selat Taiwan juga terdengar dalam beberapa pertemuan penting lainnya, misal dalam pidato Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan di Forum Regional ASEAN, Dialog 2+2 Amerika Serikat-Jepang, dan Dialog 2+2 Amerika Serikat-Filipina, yang mana semuanya menekankan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.
MOFA berpendapat bahwa komunitas negara demokratis sangat prihatin dengan tindakan provokatif Tiongkok yang terus-menerus merusak stabilitas di kawasan dan berupaya mengubah status quo secara sepihak.
Komunitas internasional juga terus menyampaikan sikap tegas bahwa perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan sangat penting bagi keamanan dan kemakmuran global.
Juru Bicara MOFA, 劉永健, mengatakan, "Ini menunjukkan bahwa pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan telah menjadi konsensus yang tinggi di antara komunitas internasional dan merupakan bagian tak terpisahkan dari menjaga kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka."
MOFA menegaskan kembali bahwa sebagai anggota kawasan Indo-Pasifik yang bertanggung jawab, Taiwan akan terus memperdalam kerja sama dengan mitra-mitra yang berpikiran sama untuk bersama-sama menjunjung tinggi nilai-nilai seperti kebebasan, demokrasi, dan supremasi hukum, serta menjaga perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di Selat Taiwan dan kawasan Indo-Pasifik.