(Taiwan, ROC) --- Bintang bulu tangkis dunia asal Taiwan, Tai Tzu-ying (戴資穎), melakoni pertandingan terakhirnya di Olimpiade pada Rabu malam (31/7), dalam babak penyisihan grup tunggal putri. Sayangnya, ia harus mengakui keunggulan lawan tangguh dari Thailand, Ratchanok Intanon, dan gagal melaju ke babak selanjutnya.
Setelah memberi selamat kepada Intanon, Tai Tzu-ying berbalik badan dengan mata berkaca-kaca. Dalam wawancara pasca pertandingan, ia tak kuasa membendung air matanya.
"Sebelum berangkat, semua orang menyemangati saya, mengatakan bahwa saya bisa menjadi juara. Tapi saya tahu saya tidak bisa melakukannya," ujarnya lirih.
Namun, ia kembali menegaskan, "Mereka semua tidak pernah menyerah pada saya, jadi saya tidak boleh menyerah pada diri saya sendiri!"
Setelah memberi selamat kepada Intanon, Tai Tzu-ying berbalik badan dengan mata berkaca-kaca. 圖/YAHOONEWS
Pertandingan berlangsung sengit. Pada set pertama, Tai Tzu-ying berjuang keras untuk mempertahankan poin-poin kritis, bahkan rela terjatuh demi mengembalikan kok.
Namun, ia harus merelakan set pertama jatuh ke tangan Intanon. Memasuki set kedua, Intanon yang tampil lebih prima terus mendominasi permainan dengan kontrol yang baik.
Tai Tzu-ying akhirnya kalah dengan skor 19-21 dan 15-21. Dengan demikian, perjalanan sang bintang di panggung Olimpiade pun berakhir.
"Ini bukan hasil yang saya inginkan, tapi... mungkin sudah tidak ada kesempatan lagi. Saya harap lawan saya bisa bermain baik di pertandingan selanjutnya," ungkap Tai Tzu-ying dengan mata sembab dan suara bergetar.
Ia mengaku hasil ini sudah diprediksinya. "Saya tahu bisa bertanding saja sudah merupakan hal yang luar biasa. Awalnya, saya pikir saya tidak akan bisa bermain sama sekali," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Intanon mengetahui cederanya dan ikut sedih atas kekalahannya.

Tai Tzu-ying mengaku hasil ini sudah diprediksinya. 圖/YAHOOTAIWAN
Tai Tzu-ying mengatakan bahwa pertandingan ini adalah penampilan terbaiknya dalam beberapa waktu terakhir. "Sayang sekali cedera saya belum pulih sepenuhnya. Meskipun seluruh stadion bersorak untuk saya, saya menyesal tidak bisa menampilkan performa terbaik."
Tak kuasa menahan emosinya, Tai Tzu-ying pun menangis. "Sebelum berangkat, semua orang menyemangati saya, mengatakan bahwa saya bisa menjadi juara. Tapi saya tahu saya tidak bisa melakukannya. Saya sangat berterima kasih kepada tim yang selalu mendukung saya. Mereka semua lebih optimis daripada saya, mereka tidak pernah menyerah pada saya, jadi saya tidak boleh menyerah pada diri saya sendiri!"