(Taiwan, ROC) --- Di Taiwan, pemilik hewan peliharaan wajib segera memberikan penanganan, jika hewan peliharaannya mengalami masalah kesehatan, dan tidak boleh membiarkan hewan peliharaannya mati begitu saja.
Kepolisian Yonghe, Kota New Taipei, beberapa waktu lalu menerima laporan dari warga yang mencium bau busuk dari atap bangunan. Setelah diselidiki, polisi menemukan seekor anjing mati dan segera melaporkannya ke Dinas Perlindungan Hewan (TCAPO).
TCAPO kemudian menghubungi pemiliknya dan mengetahui bahwa anjing tersebut tiba-tiba melahap sesuatu di jalan dan kemudian muntah-muntah serta lemas. Peristiwa muntahnya anjing peliharaan tersebut, bertepatan dengan waktu liburan sang pemilik ke luar negeri.
Sebelum pergi ke luar negeri, sang pemilik anjing tersebut mengetahui kalau hewan peliharaannya bernapas sangat lemah dan terengah-engah, tetapi tetap meninggalkannya dan pergi ke luar negeri.
Kepada pihak TCAPO, sang pemilik mengaku tidak tahu harus meminta bantuan siapa untuk mengurus anjingnya.

圖/中時新聞網
TCAPO menilai pemilik telah melanggar hukum dan akan menjatuhkan sanksi denda sebesar NT$15.000, serta memasukkannya ke dalam daftar hitam larangan untuk memelihara hewan (lagi).
Saat tim TCAPO dan polisi tiba di lokasi kejadian, mereka terkejut melihat seekor anjing kampung berwarna kuning yang terikat tali tergeletak di samping kandang besi, yang terlihat jelas sudah mati selama beberapa hari.
Tidak ada makanan maupun air minum di tempat kejadian, lingkungannya kotor, dan anjing tersebut tampak kurus kering. Terdapat belatung di sekitar rongga mata dan mulutnya. TCAPO memperkirakan anjing tersebut sudah mati beberapa hari.
Awalnya, TCAPO menduga pemilik dengan sengaja membuat anjing tersebut mati kelaparan selama beberapa hari. Untuk mencari tahu, TCAPO segera menghubungi anak dari sang empunya untuk dimintai keterangan.
圖/YAHOOTAIWAN
Sang anak menyatakan bahwa ia tidak tinggal bersama orang tuanya dan biasanya hanya mengunjungi mereka setiap 3 minggu sekali. Orang tuanya telah pergi ke luar negeri selama beberapa hari dan akan kembali sekitar 3 minggu kemudian.
Anjing tersebut adalah milik ayahnya, dan karena dipelihara di atap, ia hampir tidak pernah melihatnya dan juga tidak diminta untuk merawatnya.
Dokter hewan dari TCAPO melakukan autopsi dan menemukan bahwa anjing tersebut sudah membusuk, dengan otot dan organ dalamnya menghitam, serta perutnya penuh dengan makanan yang belum dicerna. Dugaan pemilik dengan sengaja membuat anjingnya mati kelaparan terbantahkan.
Namun, karena anjing tersebut terlalu kurus dan sakit, serta tidak dibawa ke dokter hewan, maka TCAPO menilai pemilik telah lalai dalam memberikan perawatan yang layak dan melanggar pasal perlindungan hewan di Taiwan. Akibatnya, sang pemilik dikenai denda sebesar NT$15.000 dan dimasukkan ke dalam daftar hitam larangan memelihara hewan (lagi).