(Taiwan, ROC) --- Yuan Legislatif akan segera meninjau anggaran untuk tahun fiskal berikutnya. Mengenai rencana Yuan Eksekutif untuk meningkatkan anggaran di sektor pertahanan, Sekretaris Jenderal Partai Progresif Demokratik (DPP) di Yuan Legislatif, Rosalia Wu (吳思瑤), menyampaikan bahwa di bawah pemerintahan DPP, anggaran pertahanan tentu akan meningkat setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan pertahanan Taiwan yang mandiri.
Ia berharap peninjauan anggaran dapat memperoleh dukungan lintas partai, yang menunjukkan tekad Taiwan untuk mempertahankan diri. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kuomintang (KMT) di Yuan Legislatif, Lo Chih-chiang (羅智強), mengingatkan bahwa peningkatan anggaran pertahanan harus memperhatikan apakah akan mengorbankan pengeluaran anggaran lainnya.
Sedangkan anggota Yuan Legislatif dari Partai Rakyat Taiwan (TPP), Lin Yi-chun (林憶君), menyampaikan bahwa ia akan mengawasi apakah pemerintah membelanjakan uang dengan bijaksana.
Yuan Legislatif akan segera meninjau anggaran umum pemerintah pusat untuk tahun 2025. Laporan media menunjukkan bahwa Perdana Menteri, Cho Jung-tai (卓榮泰), baru-baru ini mengadakan pertemuan untuk membahas anggaran tahun depan.
Penyusunan anggaran saat ini masih dalam proses penyesuaian. Di antara anggaran keseluruhan, untuk sektor pertahanan, diperkirakan akan ada peningkatan sekitar 5% jika dibandingkan dengan anggaran tahun ini.
Menanggapi hal tersebut, Rosalia Wu, menyampaikan bahwa penyusunan anggaran mencerminkan kebutuhan pertahanan Taiwan, dan proses penyusunan anggaran membutuhkan waktu yang cukup lama. Ia menghormati prosedur penyusunan yang dilakukan oleh Ditjen Bujet, Akuntansi dan Statistik (DGBAS), serta unit terkait.
Rosalia Wu menyampaikan bahwa di bawah pemerintahan DPP, untuk memenuhi kebutuhan pertahanan Taiwan yang mandiri, baik itu pembelian senjata dari luar negeri maupun pengembangan peralatan senjata yang dibutuhkan untuk kekuatan tempur pertahanan negara, semuanya merupakan strategi nasional yang telah ditetapkan dan juga tercermin dalam peningkatan anggaran pertahanan yang konkret dari tahun ke tahun. Ia berharap peninjauan anggaran selanjutnya dapat memperoleh dukungan lintas partai.
Rosalia Wu mengatakan, "Ini juga menunjukkan tekad Taiwan untuk mempertahankan diri. Jadi, anggaran mencerminkan kebijakan. Pemerintahan DPP pasti akan menerapkan kebijakan yang lebih kuat dan efektif untuk keamanan dan kemandirian pertahanan Taiwan. Kami juga berharap anggaran ini di masa depan dapat memperoleh dukungan lintas partai di Yuan Legislatif. Keamanan negara harus kita jaga sendiri."
Lo Chih-chiang menunjukkan bahwa anggaran pemerintah selalu digunakan jika diperlukan dan dihemat jika memungkinkan. Terkait dengan anggaran keseluruhan untuk tahun depan, di mana anggaran di sektor pertahanan diperkirakan akan dinaikkan lagi, ia mengingatkan agar memperhatikan apakah hal ini malah akan mengorbankan pengeluaran penting lainnya.
Lo Chih-chiang mengatakan, "Ambil contoh anggaran pertahanan, yang melonjak hingga lebih dari NT$600 miliar, mendekati NT$630 miliar. Jika dibandingkan dengan anggaran pertahanan pada masa pemerintahan Ma Ying-jeou, yang sekitar NT$300 miliar per tahun, berarti anggaran ini telah berlipat ganda dalam delapan tahun. Hasil ini tentu akan menyebabkan pengeluaran anggaran lainnya tertekan."
Mengenai anggaran pertahanan untuk tahun depan yang diperkirakan akan mencapai rekor tertinggi, anggota Yuan Legislatif dari Partai Rakyat Taiwan, Lin Yi-chun, sebelumnya menyatakan bahwa dalam kondisi ekonomi negara yang berkembang normal, maka total anggaran pertahanan yang lebih tinggi dari tahun ke tahun adalah hal yang wajar.
Yang terpenting adalah bagaimana mengawasi anggaran dan menggunakan uang dengan bijaksana, yang mana ini merupakan tanggung jawab anggota Yuan Legislatif dalam mengawasi anggaran.