(Taiwan, ROC) --- Hujan deras yang dibawa Taifun Gaemi telah menghantam area produksi sayuran di wilayah tengah dan selatan Taiwan, mengakibatkan kerugian pertanian mencapai lebih dari NT$1,1 miliar.
Harga sayuran melonjak secara signifikan dalam beberapa hari terakhir. Sayuran yang paling sering dikonsumsi warga Taiwan, daun ubi jalar (地瓜葉) misalnya, yang tidak mengalami kerusakan, harganya ikut melonjak menjadi NT$88 per kati (0,6 kg), atau naik sekitar 90%.

Daun ubi jalar (地瓜葉 Di Gua Ye) adalah salah satu jenis sayuran favorit warga di Taiwan 圖/UDN
Di wilayah selatan, karena pasokan kubis yang terbatas, harganya melonjak dari NT$100 menjadi NT$170. Petani memperkirakan bahwa karena sayuran membutuhkan waktu untuk tumbuh, maka akan terjadi kekurangan pasokan sayuran dan buah-buahan yang serius dalam satu atau dua bulan ke depan, dan harga pasti akan naik lagi.
Harga kubis di selatan Taiwan mencapai NT$60-65 per kati, lebih mahal daripada di utara karena wilayah produksi di selatan lebih terdampak taifun. Harga kubis yang semula sekitar NT$100, kini melonjak hingga menembus NT$160.
Seorang influencer di Taiwan bahkan memperingatkan bahwa pasokan sayuran dan buah-buahan akan menipis setidaknya selama satu atau dua bulan ke depan. Ini karena tanaman seperti jagung membutuhkan waktu 2-3 bulan untuk tumbuh, tomat sekitar 3 bulan, dan kubis 2-3 bulan. Oleh karena itu, harga sayuran dipastikan akan naik signifikan.