History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kasus Speedboat Terbalik di Perairan Kinmen, Pembahasan Lintas Selat Capai Musyarawah

  • 30 July, 2024
  • 曾秀情
Kasus Speedboat Terbalik di Perairan Kinmen, Pembahasan Lintas Selat Capai Musyarawah
Kasus Speedboat Terbalik di Perairan Kinmen, Pembahasan Lintas Selat Capai Musyarawah

(Taiwan, ROC) -- Kejadian speedboat RRT terbalik di perairan pulau Beiding Kinmen yang terjadi pada tanggal 14 Februari 2024, speedboat tersebut melewati batas teritorial, saat petugas keamanan laut Taiwan mengusir, speedboat terbalik menyebabkan 2 orang tewas. Setelah kejadian ini, kedua selat menggelar rapat negosiasi, akan tetapi pembahasan pada bulan Maret tidak berhasil dan bubar, hubungan antar keduanya menjadi terputus. Pembahasan selama hampir 5 bulan, perwakilan dari lintas selat dan pihak keluarga pada tanggal 30 Juli 2024 digelar di Golden Like Hotel di Kinmen.

Wakil Direktur yang mewakili Kantor Urusan Quanzhou Taiwan, Hong Kong dan MakauLi Chao-huei (李朝暉), Direktur Asosiasi untuk Hubungan Antar Selat Taiwan (ARATS) divisi negosiasi Hsu Wei-wei (許偉偉), Sekjen Palang Merah Kota Jinjiang Tsao Rung-shan (曹榮山), Walikota Weitou sekaligus menjabat sebagai Konsultan Palang Merah Komunitas, Zhuang Dong-hang (莊東航) dan 2 anggota keluarga korban. Dalam pertemuan tersebut pihak Taiwan diwakili oleh Chou Ming-ruei (周鳴瑞), Wakil Dirjen Badan Keamanan Laut dan Pantai Hsieh Ching-chin (謝慶欽) dan perwakilan dari Yayasan Pertukaran Antar Selat (SEF). Perwakilan dari RRT dan keluarga korban pada tanggal 29 Juli 2024 melalui jalur Mini Three Link masuk ke Kinmen, disambut oleh Wakil Dirjen Badan Keamanan Laut dan Pantai Hsieh Ching-chin (謝慶欽) di dermaga, negosiasi kedua belah pihak pada tanggal 29 Juli 2024 berjalan dengan baik.

Li Chao-huei mengatakan, mengharapkan agar pihak Taiwan aktif menetapkan kausal kesepakatan bersama, agar arwah korban tenang dan memberikan penjelasan kepada pihak keluarga. Ia mengatakan, “kejadian 14 Februari yang terjadi telah berjalan lebih dari 5 bulan, akhirnya negosiasi kedua belah pihak berjalan dengan baik dan menghasilkan musyawarah, berharap Taiwan lebih cepat menetapkan kausal agar roh korban dapat tenang, dan memberikan penjelasan kepada pihak keluarga.” Hsieh Ching-chin mengatakan, negosiasi berjalan dengan lancar, suasana selama pembahasan cukup baik, semua ini berkat upaya dari kedua lintas selat. Ia mengatakan, “Pihak kami akan lebih giat menerapkan pembahasan mencapai musyawarah, berkaitan dengan rinciannya hingga saat ini masih belum dapat disampaikan, karena dalam hal ini melibatkan pihak keluarga dan kesepakatan bersama lintas selat yang wajib dihormati, saat ini masih belum bisa dipublikasikan.”

Setelah pembahasan kedua belah pihak, dilanjutkan dengan kunjungan ke rumah duka, membantu keluarga korban mengadakan upacara pemakaman. Di rumah duka tampak ada karangan bunga yangv mengatasnamakan Ketua Dewan Urusan kelautan (OAC), Guan Bi-ling kepada 2 orang korban musibah ini. Wakil Ketua Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) Liang Wen-chieh (梁文傑) juga hadir dan memberikan penghormatan, Hsieh Ching-chen mengikuti seluruh proses negosiasi hingga upacara pemakaman. Setelah upacara pemakama, jenazah kedua korban akan diantar menuju ke pelabuhan Liaoluo untuk dibawa kembali ke RRT

Berkaitan dengan kapal pemancing bermarga Hu yang berlayar menangkap ikan pada bulan Maret, tersesat di RRT, kapan ia dapat pulang, anggota legislator Chen YU-chen (陳玉珍) pada hari Selasa ini (30/7) menyampaikan, saat negosiasi dalam beberapa waktu terdekat ini, ia mendampingi keluarga ke RRT untuk menjemput pemancing ikan yang bermarga Hu, dipastikan akan kembali pada bulan Agustus.

Komentar

Terbarumore