(Taiwan, ROC) -- Presiden Lai Ching-te (賴清德) hari ini (30 Juli) menerima kunjungan delegasi “Asosiasi Sun Yi Amerika Utara”. Ia mengatakan bahwa yang dilihat dunia internasional adalah tanah Taiwan dan 23,5 juta penduduknya, terlepas dari apa pun sebutan Taiwan, entah itu Republik Tiongkok, Taiwan, atau Republik Tiongkok Taiwan. Presiden Lai juga menegaskan kembali komitmennya untuk melaksanakan "Rencana Aksi Empat Pilar Perdamaian" dan bersedia bekerja sama dengan Tiongkok berlandaskan prinsip kesetaraan dan martabat, untuk mencapai tujuan perdamaian, kemakmuran bersama, dan saling menguntungkan.
Presiden Lai Ching-te, yang juga menjabat sebagai Ketua Partai Progresif Demokratik (DPP), menghadiri Rapat Besar Partai DPP pada 21 Juli dan mengatakan bahwa salah satu tujuannya adalah "membangun negara sendiri: Taiwan yang demokratis", dengan tujuan utama "membangun identitas nasional yang berakar pada karakteristik uniknya." Kantor Urusan Taiwan menilai pernyataan ini sebagai upaya "kemerdekaan Taiwan."
Presiden Lai pagi ini menerima kunjungan delegasi“Asosiasi Sun Yi Amerika Utara” di Istana Kepresidenan. Dalam kata sambutannya, Lai mengungkapkan bahwa pada upacara penutupan pelatihan profesional untuk petugas diplomatik, petugas administrasi diplomatik, dan petugas urusan perantauan yang diadakan pada tanggal 26, ia pernah menyebutkan bahwa meskipun situasi Taiwan saat ini sulit, “seseorang yang memiliki kebaikan, pasti tidak akan berada dalam kesendirian." Presiden Lai juga berbagi dengan para peserta bahwa inti dari identitas nasional adalah tanah Taiwan dan 23,5 juta rakyatnya.
Presiden Lai juga menekankan bahwa rakyat Taiwan mencintai perdamaian dan memiliki semangat kebaikan terhadap sesama. Di mana pun bencana alam terjadi, entah itu di Taiwan, Tiongkok, atau negara-negara sekitarnya, Taiwan selalu siap memberikan bantuan dengan dermawan. Oleh karena itu, selama ada kesetaraan dan martabat, Taiwan sangat bersedia untuk melakukan dialog dan kerja sama dengan Tiongkok guna mencapai keuntungan dan kemakmuran bersama.
Presiden juga secara khusus berbagi dengan para tokoh-tokoh perantauan yang hadir tentang peristiwa penting terbaru di Taiwan, termasuk kedatangan Taifun Gaemi. Dia menjelaskan bahwa karena perhatian dari semua presiden sebelumnya terhadap pengelolaan air dan pencegahan banjir, serta kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah, berbagai upaya mitigasi, pencegahan , dan perlindungan bencana semakin matang. Meskipun badai membawa curah hujan yang sangat tinggi, hal ini tidak mengurangi kepercayaan masyarakat Taiwan terhadap pemerintah.