(Taiwan, ROC) -- Aliansi Antar-Parlemen Transnasional tentang Kebijakan Tiongkok (Inter-Parliamentary Alliance on China/IPAC) mengelar rapat tahunan di Taiwan, Kementerian Luar Negeri tanggal 29 Juli 2024 malam mengelar jamuan makan malam dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Tien Chung-kwang (田中光) sebagai penyambutan anggota delegasi. Kementerian Luar Negeri hari ini (30/7) menyampaikan, Tien Chung-kwang dalam pidatonya mengunakan perumpamaan layaknya mitra dalam marathon yang bersama-sama berlari sebagai contohnya, menjelaskan bahwa IPAC dan negara-negara demokrasi saling bergandengan tangan berupaya untuk mempertahankan tatanan berlandaskan dasar peraturan internasional, berharap mitra demokrasi melihat bagaimana Tiongkok memutarbalikan Resolusi 2758 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, dengan masalah Taiwan dimasukan dalam bagian dari Tiongkok, serta menormalisasikannya sebagai strategi tindakan yang diambilnya.
Tien Chung-kwang mengemukakan, sejak berdirinya IPAC, dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat sosial atas kewaspadaannya terhadap Tiongkok dan perlawanan terhadap tindakan Tiongkok merusak tatanan internasional tidak pernah tidak ada, ia berterima kasih kepada IPAC yang dengan agresif mengimbau agar anggota G7 dan G20 mendukung demokrasi Taiwan, memperkokoh kerja sama yang lebih akrab dengan Taiwan, serta merespons atas ancaman dari Tiongkok, mempromosikan keinginan dan kesediaan Taiwan untuk turut berpartisipasi dalam organisasi internasional.
Pemimpin IPAC yang dilakukan secara bergilir, kali ini adalah Olivier Cadic yang juga adalah Wakil Ketua Senator Prancis, dalam pidatonya menyampaikan, rapat tahunan IPAC kali ini bertepatan dengan berlangsungnya Olimpiade Paris, Tiongkok meloloskan peraturan terkait kemerdekaan Taiwan pada 1 Juli 2024, yang mana hal ini bertentangan dengan hak asasi manusia yang diterbitkan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), berharap dengan semangat sportif olimpiade Tiongkok dapat menghentikan tindakan invasi dengan menggunakan militer yang tidak bertanggung jawab, dan menghormati hak kebebasan berlayar dari setiap perahu di zona ekonomi Selat Taiwan dan Laut Tiongkok Selatan, serta menjaga kestabilan dan perdamaian antar selat.