(Taiwan, ROC) --- Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan perlindungan lingkungan, maka pihak Kementerian Lingkungan Hidup Taiwan (MOENV) secara resmi menerapkan pembatasan penggunaan gelas minuman sekali pakai pada tanggal 1 Juli 2022.
Kebijakan ini berhasil mengurangi penggunaan gelas minuman sekali pakai sekitar 17%.
MOENV menyatakan, hingga saat ini, ada 21 kabupaten/kota di Taiwan telah melarang penyediaan gelas minuman plastik sekali pakai.

圖/經濟日報
Kementerian juga mengumumkan bahwa mulai bulan September 2024, seluruh wilayah Taiwan akan menerapkan larangan tersebut.
Diperkirakan, kebijakan ini akan mengurangi penggunaan gelas minuman sekali pakai sebanyak 7,9 miliar gelas per tahun.
Masyarakat dianjurkan untuk beralih menggunakan gelas dari bahan lain, atau membawa gelas sendiri, atau meminjam gelas yang dapat digunakan kembali.
Berdasarkan data MOENV, tahun lalu terdapat 7 jaringan toko waralaba dan 8 jaringan restoran cepat saji, dengan total 15 merek dan 1.763 gerai (12% dari total gerai), yang menyediakan sekitar 198.000 gelas pakai ulang.
Berdasarkan data yang disediakan oleh toko waralaba dan restoran cepat saji, memperlihatkan bahwa jumlah gelas sendiri yang dibawa oleh konsumen setiap kali berbelanja telah mencapai 1,6 miliar, atau meningkat 2,8 kali lipat.
Hal ini menunjukkan keberhasilan kebijakan pemerintah dalam mengubah kebiasaan masyarakat.

圖/經濟日報
Selain itu, otoritas Resource Circulation Administration (RECA) juga mencatat bahwa terkait dengan standar kebersihan gelas pakai ulang, telah ditetapkan "Pedoman Pelayanan Gelas (Peminjaman) Pakai Ulang".
Pedoman ini mengatur enam aspek utama, yaitu bahan dan label gelas, peminjaman dan pengembalian, pencucian, pemeriksaan, sosialisasi konsep lingkungan, dan label pelayanan prima.
Hal ini bertujuan untuk memastikan kualitas dan standar layanan gelas pakai ulang yang konsisten, serta mewajibkan pelaku usaha untuk memberikan laporan pemeriksaan setiap enam bulan.