(Taiwan, ROC) --- Atlet judo Taiwan, Yang Yung-wei (楊勇緯), berhasil mengalahkan atlet Italia, Andrea Carlino, pada pertandingan pertamanya di Olimpiade Paris. Sayangnya, langkahnya terhenti di babak perempat final setelah dikalahkan oleh pejudo Kazakhstan, Yeldos Smetov.
Terpaksa turun ke babak repechage, Yang Yung-wei kembali harus berhadapan dengan musuh bebuyutannya, yakni atlet dari Jepang, Ryuju Nagayama. Pada akhirnya, Yang Yung-wei harus mengakui keunggulan lawan dan gagal meraih medali.
Merasa belum berhasil memenuhi ekspektasi publik, Yang meminta maaf kepada media dan mengaku sulit untuk menggambarkan perasaannya saat ini. Pelatihnya, Liu Wen-teng (劉文等), berharap publik dapat memberikan Yang Yung-wei waktu untuk menenangkan diri dan memulihkan kondisi mentalnya.
Memikul harapan tinggi untuk meraih emas setelah kesuksesannya merebut perak di Olimpiade Tokyo, Yang Yung-wei justru pulang dengan tangan hampa di Olimpiade Paris kali ini.
Pelatih Liu Wen-teng menjelaskan bahwa kekalahan Yang di perempat final dari atlet Kazakhstan dipicu oleh keputusan wasit yang kontroversial. Hal ini memengaruhi mental Yang di pertandingan-pertandingan berikutnya.
Menghadapi Ryuju Nagayama di babak repechage, Yang Yung-wei sebetulnya memulai pertandingan dengan baik dan berusaha keras menembus pertahanan lawan.
Namun, Ryuju Nagayama berhasil mencuri poin terlebih dahulu dan mengunci kemenangan.
Liu Wen-teng menambahkan bahwa Yang Yung-wei sangat ingin meraih hasil terbaik, tetapi selalu ada hal-hal tak terduga yang terjadi dalam pertandingan. Ia merasa Yang Yung-wei belum mampu mengendalikan beberapa situasi dengan baik. Liu Wen-teng berharap publik dapat memberi ia waktu untuk menenangkan diri dan merefleksikan pertandingan.
"Beginilah pertandingan, selalu ada kejutan. Saya rasa Yang Yung-wei telah belajar dari pengalaman ini. Saat ini, ia masih belum bisa menerima kekalahan dan masih berusaha memahami apa yang terjadi di pertandingan. Sebagai pelatih, saya akan terus mendampinginya dan memberinya waktu serta ruang untuk menenangkan diri. Setelah itu, kita akan fokus pada pertandingan-pertandingan berikutnya," ujar Liu Wen-teng
Liu Wen-teng mengakui bahwa kekalahan ini juga sangat berat baginya. Ia melihat Yang Yung-wei menangis, dan ia pun ikut menitikkan air mata.
Menanggapi kekalahan atlet putri di kelas 48 kg, Lin Chen-hao (林真豪), yang terhenti di babak 16 besar, Liu Wen-teng mengatakan bahwa Lin Chen-hao sebenarnya tampil sangat baik di pertandingan pertama. Di pertandingan kedua, Lin Chen-hao harus mengakui keunggulan atlet Kazakhstan, Abiba Abuzhakynova.
Keduanya sudah sering bertemu sebelumnya dengan rekor menang-kalah yang seimbang. Sayangnya, Lin Chen-hao kehilangan momentum di awal pertandingan sehingga harus merelakan kemenangan.
Setelah kekalahan Lin Chen-hao dan Yang Yung-wei, harapan Taiwan di cabang olahraga judo kini berada di pundak Lien Chen-ling (連珍羚) yang akan bertanding di kelas 57 kg pada tanggal 29 Juli. Liu Wen-teng menjelaskan bahwa Lien Chen-ling telah mengurangi frekuensi bertanding untuk mempersiapkan diri menghadapi Olimpiade Paris. Ia yakin Lien Chen-ling sudah siap dan berharap dapat meraih hasil terbaik.