(Taiwan, ROC) --- Taifun Gaemi menyebabkan hujan deras dan banjir di berbagai wilayah Taiwan. Pada tanggal 25 Juli 2024, sekitar pukul 21.00, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja sebagai pengasuh lansia di Distrik Houbi, Tainan, melaporkan terjadinya banjir di kediamannya.
Ketinggian air yang telah mencapai pinggang dan hampir merendam tempat tidur pasien, membuat pengasuh tersebut segera mengevakuasi nenek yang dirawatnya ke tempat yang lebih tinggi.
Ia dengan sigap memindahkan nenek yang memiliki keterbatasan gerak ke atas kasur yang lebih tinggi dan terus mendampinginya selama empat jam.
Diketahui bahwa PMI bersangkutan telah bekerja merawat nenek tersebut selama 11 tahun dan memiliki ikatan emosional yang kuat. Ia merasa sangat khawatir dan cemas hingga tak dapat membendung air mata.

圖/EBC NEWS
Dalam sebuah video yang direkamnya, terlihat nenek yang tengah terbaring dengan selang oksigen di hidungnya, di atas kasur yang telah ditinggikan. Bantal dan selimut berserakan di sekitar kasur, sementara tempat tidur di sebelahnya telah dikosongkan.
Air banjir yang keruh hampir menenggelamkan seluruh ruangan. Pengasuh tersebut terdengar meminta bantuan dengan nada putus asa, tetapi ia tidak mengetahui langkah apa yang harus diambil dalam situasi genting tersebut.
Distrik Houbi, Tainan, merupakan wilayah yang didominasi oleh rumah-rumah rendah dan area persawahan. Taifun Gaemi yang melanda pada 25 Juli kemarin, menyebabkan curah hujan ekstrem dan bencana di wilayah selatan Taiwan.
Bahkan, tentara nasional juga dikerahkan untuk membantu proses evakuasi. Saat itu, air banjir sudah sangat tinggi, mencapai lutut orang dewasa. Petugas penyelamat dengan hati-hati menerjang banjir untuk mengevakuasi sang nenek yang kesulitan berjalan.

Dalam sebuah video yang direkamnya, terlihat nenek yang tengah terbaring dengan selang oksigen di hidungnya, di atas kasur yang telah ditinggikan. 圖.EBC NEWS
Banjir besar ini menyebabkan kekacauan di dalam rumah, peralatan dapur seperti panci dan wajan berserakan di mana-mana, lemari es tergeletak di lantai, bahkan tabung gas juga terguling.
PMI yang telah merawat nenek tersebut selama 11 tahun merasa sangat ketakutan, tetapi ia dengan sigap memindahkan nenek ke tempat yang lebih tinggi.
"Benar-benar... Saya sangat khawatir, saya terus menangis, bagaimana ini, cepat datang, cepat datang," ucap pekerja migran tersebut.

Banjir besar ini menyebabkan kekacauan di dalam rumah, peralatan dapur seperti panci dan wajan berserakan di mana-mana, lemari es tergeletak di lantai, bahkan tabung gas juga terguling. 圖.EBC NEWS
Meskipun dirinya sendiri basah kuyup, dan rumahnya terendam banjir hingga membuatnya kebingungan, PMI itu tetap berada di sisi nenek yang kesulitan berjalan.
Ia dengan setia mendampingi sang nenek selama empat jam yang penuh dengan momen menegangkan. Ikatan emosional yang kuat antara keduanya menyentuh hati para kerabat dan teman dekat