(Taiwan, ROC) -- “Taiwan-Asia Exchange Foundation” Taiwan Think Tank dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pada hari Jumat ini (26/7) menggelar forum pembahasan “Human Rights in Asia: A Multigenerational Dialoque”. Dalam sambutan Ketua Komnas HAM Kiku Chen mengatakan, menurut laporan kebebasan dunia tahun ini, tingkat kebebasan Taiwan menempati urutan ke-2, setelah Jepang, untuk itu Beliau ingin menyampaikan kepada generasi muda Taiwan bahwa demokrasi kebebasan Taiwan bukan diberikan oleh penguasa, juga bukan jatuh dari langit, melainkan upaya masyarakat yang memperjuangkan, maka dari itu berharap negara-negara memperkuat pembelaan HAM melalui berdialog, serta berharap Taiwan menjadi jembatan komunikasi bagi negara-negara untuk menuju kemajuan.
SEASAT Youth Camp Special Session 2024 mengundang belasan pimpinan muda dari berbagai negara kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan untuk datang ke Taiwan dan mengadakan dialog multigenerasi pembahasan HAM di Asia, bersama menggali tantangan dan kesempatan dalam perkembangan HAM di kalangan generasi muda di berbagai negara di Asia.
Ketua Komnas HAM Kiku Chen dalam sambutannya mengadopsi pandangannya sebagai pegiat HAM generasi pertama di Taiwan, membagikan pengalaman dan mengharapkan adanya pertukaran kerja sama internasional yang berkelanjutan. Kiku Chen menekankan, di Taiwan dimulai dari era pembunuhan, hingga menjadi salah satu negara dengan tingkat kebebasan tertinggi, ini adalah berkat upaya keras semua masyarakat Taiwan yang memperjuangkannya, teguh dan tidak kendur selamanya, upaya kerja untuk mendapatkannya, dan mendapat perhatian tinggi dari masyarakat dunia. Kubu demokrasi memberikan tekanan pada pemerintah otoriter, satu demi satu menggoyahkan pemerintahan otoriter, benar-benar upaya yang sulit didapatkan. Kiku Chen mengatakan, “Maka dari itu baru ada kebebasan demokrasi Taiwan hari ini, bukan diberikan oleh penguasa, juga bukan jatuh dari langit.”
Wamenlu Tien Chung-kwang (田中光) juga menjelaskan situasi HAM Taiwan saat ini mendapat pengakuan dari masyarakat internasional, menekankan Taiwan telah menjadi mercusuar demokrasi Asia, lagipula HAM merupakan nilai universal, yang tidak sepantasnya dibatasi, diyakini berbagai negara saling bergandengan untuk mewujudkan keadilan, kebebasan dan menjunjung tinggi upaya kerja sama dunia.
Chairman Taiwan-Asia Exchange Foundation Hsiao Hsin-huang (蕭新煌) berharap melalui ajang forum ini, diawali dengan berbagai sorotan dari kawasan, partisipasi dan peranan, melakukan dialog bersama pegiat unggulan dari Asia Tenggara, lebih lanjut menggali konsensus isu HAM di Asia, bersama-sama menciptakan komunitas masyarakat masa depan yang people-oriented.