(Taiwan, ROC) --- Taifun Gaemi membawa hujan deras disertai angin kencang, yang kemudian berdampak pada sebagian besar wilayah di Taiwan.
Curah hujan yang sangat tinggi telah dilaporkan terjadi, yang kemudian mengakibatkan banjir parah di kota-kota seperti Chiayi, Tainan, Kaohsiung, dan Pingtung.
Stasiun pengamat cuaca di Donnalin, Kaohsiung, mencatat curah hujan yang mencengangkan, yaitu 1.674 milimeter dalam 48 jam terakhir.
Taifun Gaemi membawa hujan lebat yang berakhir pada terjadinya banjir di banyak titik di Kota Kaohsiung. 圖/YAHOOTAIWAN
Sejak Taifun Gaemi mendarat pada Rabu pukul 00:00 (24/7), hingga Jumat dini hari pukul 00:00 (26/7), Stasiun Donnalin di Kaohsiung mencatat curah hujan tertinggi yaitu 1.674 milimeter, diikuti oleh Weiliaoshan di Pingtung dengan 1.476 milimeter, dan Fenqihu di Kabupaten Chiayi dengan 1.428 milimeter. Ada 20 stasiun cuaca yang mencatat curah hujan total melebihi 1.100 milimeter.
Laman fanpage "TyTech Taiwan | Weather Express 台灣颱風論壇|天氣特急" menyatakan bahwa wilayah tengah dan selatan masih akan mengalami hujan lebat atau hujan deras yang terus menerus hingga pagi hari, terutama di wilayah tengah, selatan Kaohsiung, dan Pingtung.
Angin barat daya yang kuat akan terus berlanjut pada siang hari, yang masih dapat menyebabkan hujan lebat, tetapi intensitasnya akan jauh lebih rendah dan tidak akan seekstrem Kamis kemarin (25/7).
Taifun Gaemi membawa hujan lebat yang berakhir pada terjadinya banjir di banyak titik di Kota Kaohsiung. 圖/YAHOOTAIWAN
Apakah "ekor" taifun Gaemi akan melampaui taifun Morakot tahun 2009? Ditjen Klimatologi Sentral (CWA) menyatakan bahwa Stasiun Donnalin baru didirikan pada tahun 2013, sehingga tidak dapat dibandingkan.
Namun, berdasarkan data historis, taifun Morakot menempati peringkat ke-2 dalam hal akumulasi curah hujan 24 jam, dengan Stasiun Alishan di kala itu mencatat rekor 1.623 milimeter dalam 24 jam. Dibandingkan dengan itu, ancaman Taifun Morakot masih jauh lebih besar.