(RTI - IMBCNews Taipei) -- Direktur Jenderal Small And Medium Enterprise and Starup Administration Kementerian Luar Negeri Taiwan, GJ Lee pada Selasa (23/7) menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan kerjasama dengan Indonesia yang selama ini sudah berjalan dengan baik.
GJ Lee kepada IMBCNews di Taipei mengatakan, kami telah menjalin kerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM di Indonesia, sehingga kita dapat memperkuat program kerjasama berdasarkan tuntutan dari kedua belah pihak.
“Selama ini kami menjalin kerjasama dengan kementerian koperasi dan UKM sehingga kita dapat memperkuat program kerjasama yang sudah berjalan lama,” kata Lee menegaskan. Ia juga menyampaikan, Indonesia masih membutuhkan berbagai peningkatan kapasitas dan penggunaan teknologi tinggi atau star up, dan Taiwan memiliki sumber daya dan keuangan untuk meningkatkan kerjasama itu. Kerjasama ini dikembangkan juga di negara Asean lainnya mengingat Taiwan memiliki teknologi star up yang lebih unggul.
Taiwan meniliki Hsiunchu Science Park Bureau, yakni komplek pengembangan teknologi tinggi yang sudah lama dirancang saat negara di kawasan belum sepenuhnya siap, kata Lee. Dari pembangunan kawasan itu, tambah Lee, Taiwan dapat membangun industri semi konduktor raksasa karena sebagai penyuplai kedua terbesar dunia.
Data dari Indonesia - Taiwan Imdustrial Collaboration Forum (ITICF) menyebutkan, sejak 2017 kedua negara telah bekerjasama di berbagai platform industri melalui bimbingan Biro Industri Kementerian Perekonomian (MOEA) dan Asociation Industri National (ROC) Taiwan. Hasilnya banyak penggunan internet dan tegnologi lainnya di pasok dari Taiwan, dan itu cukup membantu menggerakkan pasar sektor UMKM meskpun kala pandemi.
Pada pertemuan yang dibarengi makan siang di kantor Departemen Luar Negri itu, juga dihadiri wakil menteri bidang saint dan tehnologi Suchean kang dan Deputy Menteri Luar Negri. Kao Shien.
Data perdagangan Indonesia Taiwan tahun 2022 tercatat 13,15 miliar dolar AS Indonesia masih alami surplus sekitar 4,4 miliar dolar dan tahun 2023 per januari -Februari sudah mencapai 1,66 miliar dolar AS. Kedua negara saling membutuhkan kerjasama yang lebih erat dan terus meningkat karena Taiwan hingga kini terus membutuhkan induatri kerajinan dari kayu jati.
Sumber dan foto: IMBC NEWS