(Taiwan, ROC) -- Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) dan Dewan Kerjasama Ekonomi dan Kebudayaan Taiwan–Hong Kong (THEC) bersama-sama menggelar “Wisata Intelektual Pemuda Hong Kong dan Makau di Taitung 2024”, yang berakhir dengan sukses pada Selasa (23/7). Lu Chang-shui (盧長水) selaku Direktur Urusan Hong Kong, Makau, Mongolia, dan Tibet dari MAC serta Sekretaris Jenderal THEC menyatakan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) Taiwan sedang merencanakan untuk menghapus batas kuota poin bagi siswa asing dan Tionghoa Perantauan. Mereka juga sedang berdiskusi dengan berbagai kementerian untuk menambahkan izin kerja personal bagi siswa asing dan Tionghoa Perantauan, serta menyambut siswa dari Hong Kong dan Makau untuk berkembang di Taiwan.
“Wisata Intelektual Pemuda Hong Kong dan Makau di Taitung 2024” yang diadakan oleh MAC dan THEC, membawa para siswa dari Taiwan, Hong Kong, dan Makau ke Taitung untuk memahami lebih dalam tentang budaya pegunungan, laut, kebudayaan Austronesia, dan karakteristik suku setempat. Menurut Lu, kegiatan ini diadakan di Taitung untuk mendukung kebijakan revitalisasi perekonomian Hualien dan Taitung.
Lu Chang-shui menyampaikan bahwa masyarakat, budaya, dan lingkungan di Taiwan dan Hong Kong berbeda. Hong Kong adalah pelabuhan bebas yang menekankan perdagangan internasional dan layanan keuangan, sedangkan Taiwan adalah pusat industri semikonduktor dan teknologi. Taiwan, Hong Kong, dan Makau memiliki banyak hal yang dapat saling dipelajari.
Lu Chang-shui lebih lanjut menyebutkan, pendiri dan CEO Nvidia, Jensen Huang telah mengumumkan bahwa mereka akan mendirikan pusat desain di Taiwan, dan Apple juga menyatakan akan mendirikan pusat data di Taiwan, yang diperkirakan akan meningkatkan permintaan tenaga kerja berkeahlian tinggi. MOL saat ini sedang merencanakan untuk menghapus batasan kuota poin bagi siswa asing dan Tionghoa Perantauan, serta berdiskusi dengan berbagai kementerian untuk menambahkan izin kerja personal bagi siswa asing dan Tionghoa Perantauan. Baik siswa dari Hong Kong dan Makau yang berada di Taiwan, atau para siswa di Hong Kong dan Makau, semuanya disambut untuk berkembang di Taiwan dan menciptakan kehidupan yang lebih baik.
Legislator dari Partai Kuomintang di Kabupaten Taitung, Chien-Pin Huang (黃建賓) menyatakan bahwa Taitung tidak memiliki polusi udara PM2.5, sehingga udara di sana sangatlah segar dan bersih, serta tidak ada polusi cahaya pada malam hari, sehingga dapat melihat langit penuh bintang. Selain itu, ada juga beberapa acara seperti konser musik laut cahaya rembulan dan festival panen suku penduduk asli, merupakan sebuah pemandangan yang tidak dapat ditemukan di Hong Kong atau Makau dan layak untuk dikunjungi kembali.
MAC sudah menyelenggarakan kegiatan Wisata Intelektual Pemuda Hong Kong dan Makau sejak tahun 2012, yang telah berjalan lebih dari 10 tahun lamanya dan pernah mengunjungi Penghu, Tainan, Kaohsiung dan daerah-daerah lainnya. Melalui kunjungan yang mendalam, pengalaman secara langsung, dan kerja sama tim dalam kelompok kecil, kegiatan ini membangun platform interaksi antara pemuda Taiwan dan Hong Kong-Makau.