(Taiwan, ROC) – Pertemuan tahunan tingkat tinggi Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) akan diselenggarakan di Beijing, Daratan Tiongkok tanggal 10 November tahun ini. Wakil Menteri Urusan Taiwan, Daratan Tiongkok Gong Qing-gai (龔清概) sekaligus dalam kunjungan ke Taiwan beberapa saat yang lalu menyerahkan surat undangan dan minggu lalu (29 Agustus) Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) melalui Kementerian Luar Negeri (MOFA) menyerahkan ke kantor presiden dan tidak ada Wamen Gong tidak bertemu langsung dengan presiden Ma Ying-jeou.
Disampaikan pula bahwa surat undangan diterima oleh Direktur Jenderal Departemen Organsiasi Internasional, MOFA Tom Chou (周台竹). Pejabat kalangan MOFA hari ini (3) menyampaikan, urusan APEC adalah ditangani langsung oleh MOFA, namun kali ini melibatkan MAC, karena keunikan hubungan antar selat, pihak Republik Tiongkok berharap Daratan Tiongkok dapat mengutus wakilnya untuk menyerahkan surat undangan dan kehadiran Gong Qing-gai adalah cara yang masih bisa diterima.
2011 adalah terakhir kali Daratan Tiongkok menjadi penyelenggara pertemuan APEC, saat itu Daratan Tiongkok hanya menyampaikan lewat faksimili dan saat itu pihak Republik Tiongkok menolak hadir sebagai ungkapan tidak puas. Pejabat MOFA menjelaskan, semua pihak sering menggunakan kata-kata “kebiasaan”, sehingga penyerahan surat undangan oleh pejabat utusan boleh dibaca secara positip.
Menurut informasi yang ada, untuk urusan APEC, pejabat urusan luar negeri antar selat akan berdialog langsung. Sebelum Gong Qing-gai datang ke Taiwan, pihak ROC telah berkomunikasi untuk sekian kali untuk memastikan bahwa pihak Daratan Tiongkok akan mengutus pejabat. Berkat media komunikasi yang telah dibangun oleh lembaga urusan antar selat kedua belah pihak maka penyerahan surat undangan yang diberikan langsung oleh pejabat setingkat Kantor Urusan Taiwan adalah masih dapat diterima.
Mengenai keraguan soal datang ke Taiwan adalah karena alasan “sekaligus” atau “utusan khusus”, pejabat terkait menuturkan, “sekaligus” bukanlah hal yang unik, banyak negara-negara pelaksana menggunakan kesempatan atau alasan tertentu “sekaligus” menyerahkan surat undangan kepada negara anggota. Mengenai difinisi “utusan khsusus” kalau dilihat dari kepentingannya, asalkan yang bersangkutan membawa surat undangan dan menyerahkan kepada pihak Republik Tiongkok maka ia adalah utusan khusus yang bertanggung jawab.
Juru Bicara MOFA Anna Kao menyampaikan, surat undangan APEC tahun ini akan ditindaklanjuti sesuai dengan kebiasaan, MOFA tidak akan memberikan penjelasan lebih lanjut.