(Taiwan, ROC) Militer tengah menjalankan simulasi Hankuang, Kementerian Luar Negeri Daratan Tiongkok mengkritik ini adalah “modus kekuatan untuk kedaulatan”, Presiden Lai Ching-te mengungkit identitas nasional di masa depan, Kantor Urusan Taiwan RRT malah mengkritik ini adalah “bentuk Taiwan ingin berdaulat”. Kemenlu pada hari Selasa ini (23/7) mengemukakan, pemerintah memperkuat pertahanan, membela hidup yang berpegang pada kebebasan dan demokrasi, tidak menerima kritikan sembrono dari pihak manapun, sedangkan dalam isi pidato Presiden Lai Ching-te sangat jelas, Kantor Urusan Taiwan bisa membaca ulang tetapi tidak perlu memutar-balikkan isinya.
Militer kembali mengaktifkan simulasi Hankuang, Kemenlu RRT mengatakan situasi terjadi di tegang selat Taiwan dikarenakan pemerintah partai Demokrat Progresif (DPP) dengan kekuatan luar melakukan aksi-aksi berikut “memprokovasi kedaulatan”, yang disebut dengan “modus kekuatan untuk kedaulatan” dan “modus kekuatan menolak reunifikasi”.
Kemenlu mengatakan, memperkuat pertahanan nasional, meningkatkan kesiapan tempur, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pertahanan nasional, menunjukkan tekad membela diri, semua ini bertujuan untuk membeda kedaulatan negara, menjamin keamanan dan hak kekayaan masyarakat, menjamin agar dapat hidup berpegang pada demokrasi dan kebebasan. Juru Bicara Kemenlu Jeff Liu mengatakan, “Apa harus yang dilakukan, tidak menerima pernyataan sembrono dari pihak manapun, malah RRT kerap kali melakukan militer mengitari pulau Taiwan, melakukan patroli keliling Laut Tiongkok Selatan, hal ini memicu ketegangan kawasan regional, tindakan provokasi memicu sorotan dari berbagai negara di dunia.”
Kantor Urusan Taiwan RRT malah mengkritik pernyataan tentang “identitas nasional Taiwan” dari Presiden Lai Ching-te dalam sidang kongres partai DPP pada beberapa hari lalu. Berkaitan dengan hal ini Kemenlu merespons, isi pidato yang disampaikan oleh Presiden Lai Ching-te sangat jelas, “Kantor Urusan Taiwan RRT dapat membaca ulang lagi isi pidato yang disampaikan oleh Presiden Lai Ching-te”, akan tetapi tidak perlu menjalani niat jahat dan memutar-balikkan isinya.
Selain itu, berkaitan dengan perihal pengunduran Presiden Joe Biden dalam pemilu, Kemenlu mengatakan, tidak memberikan komentar apapun terkait pemilu AS.