(Taiwan, ROC) --- Warga di Changhua menyaksikan seorang pekerja migran bertelanjang dada mengenakan ban (pelampung) penyelamat yang seharusnya digunakan untuk keadaan darurat di tepi Sungai Wu. Ia terlihat memegang ember dan menggunakan ban tersebut untuk menangkap ikan. Setelah selesai, ia mengembalikan ban tersebut ke tempat asalnya.
Kepala Regu Pemadam Kebakaran di Distrik Timur, Liu Yu-hsiang (劉玉祥), menyatakan bahwa ban penyelamat tersebut memiliki tanda dalam bahasa Mandarin, Inggris, Indonesia, dan Vietnam yang memperingatkan masyarakat untuk tidak menggunakannya secara ilegal (tidak benar).
Liu Yu-hsiang menambahkan bahwa ban penyelamat yang digunakan oleh pekerja migran tersebut bernomor 730 dan terletak di dekat pintu air di Jalan Hebin, Kota Changhua.

圖/ETTODAY
Insiden ini menuai kontroversi karena pada awal bulan ini, tepatnya tanggal 2 Juli 2024, ada empat orang terjebak saat sedang memancing, masing-masing tiga pria dan satu wanita.
Karena arus yang deras, tim penyelamat membutuhkan waktu hingga dini hari untuk mengevakuasi keempatnya dengan perahu karet.
Menanggapi kejadian ini, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Changhua menyatakan bahwa Regu Pemadam Kebakaran Distrik Timur Changhua telah memeriksa kelengkapan ban penyelamat dan peralatan lainnya.
Dinas tersebut juga telah memasang tanda dalam bahasa Mandarin, Inggris, Indonesia, Vietnam, dan bahasa lainnya untuk mengingatkan masyarakat agar tidak menyalahgunakan peralatan tersebut.

Petugas datang memeriksa kelengkapan dari ban penyelamat 730. 圖/ETTODAY