(Taiwan, ROC) --- Pada Minggu kemarin, tanggal 21 Juli 2024, belasan mahasiswa-mahasiswi Universitas Siber Asia penuh semangat melakukan kunjungan ke stasiun pusat Radio Taiwan Internasional (Rti) di Taipei.
Kunjungan ini merupakan kedua kalinya bagi Universitas Siber Asia, dan terlihat jelas antusiasme serta semangat yang tinggi dari para pelajar yang datang dari berbagai daerah di Taiwan, termasuk Taichung, Miaoli, Taoyuan, dan tentunya Taipei sendiri.
Setibanya di RTI, para mahasiswa disambut dengan hangat oleh para penyiar Radio Taiwan Internasional Siaran Indonesia.
Sambutan ini tidak hanya menjadi pembuka acara, tetapi juga menciptakan suasana akrab dan hangat. Kegiatan pun dilanjutkan dengan berbagai agenda menarik yang dirancang untuk memberikan wawasan mendalam tentang dunia penyiaran dan jurnalisme.
Agenda pertama adalah kuliah singkat yang memperkenalkan sejarah dan peran RTI dalam menyebarkan informasi.

Kunjungan Universitas Siber Asia ke Radio Taiwan Internasional pada Minggu kemarin (22/7). 圖/dokumentasi pribadi
Para mahasiswa sangat antusias mendengarkan penjelasan tentang bagaimana RTI berperan sebagai jembatan komunikasi antara Indonesia dengan Taiwan, serta tantangan yang dihadapi dalam industri media saat ini.
Selanjutnya, sesi pembelajaran mengenai penerapan teknologi dalam bidang jurnalistik menjadi sorotan utama. Dalam era digital ini, pemahaman tentang teknologi menjadi sangat penting bagi para calon jurnalis.
Mahasiswa diperkenalkan pada berbagai alat dan teknik yang digunakan dalam produksi berita, termasuk penggunaan media sosial dan platform digital untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
“Saya sangat senang sekali bisa berkunjung ke Rti yang kedua kalinya, dan saya mengucapkan terima kasih atas dukungan juga respons yang sangat positif dari Rti dan saya berharap Universitas Siber Asia semoga dapat bersinergi terus dengan Rti makin maju,” tutur Adi Wahono, salah seorang mahasiswa semester 4 Universitas Siber Asia.
Kunjungan ke museum sejarah RTI juga menjadi bagian yang tidak kalah menarik. Di sana, para mahasiswa dapat melihat berbagai dokumentasi yang menggambarkan perjalanan panjang RTI sejak berdirinya hingga saat ini. Ini memberikan perspektif yang lebih dalam tentang bagaimana media beradaptasi dengan perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Kunjungan Universitas Siber Asia ke Radio Taiwan Internasional pada Minggu kemarin (22/7). 圖/dokumentasi pribadi
Tidak ketinggalan, para mahasiswa juga diajak untuk mengenal lebih dekat studio rekaman dan prosedur pembuatan acara. Mereka berkesempatan untuk melihat langsung bagaimana sebuah program disusun, mulai dari perencanaan hingga proses siaran. Pengalaman ini tidak hanya memperkaya pengetahuan mereka, tetapi juga memberikan inspirasi bagi mereka yang bercita-cita untuk berkarier di dunia media.
Melalui kunjungan ini, diharapkan hubungan antara Universitas Siber Asia dan Radio Taiwan Internasional dapat terjalin lebih erat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para Warga Negara Indonesia yang bermukim di Taiwan terhadap budaya dan kehidupan di Bumi Formosa. Dengan saling mengenal dan berbagi pengalaman, diharapkan akan terbentuk jalinan persahabatan yang kuat antara kedua belah pihak.
Kunjungan ini bukan sekadar sebuah aktivitas akademis, tetapi juga merupakan langkah penting dalam membangun jaringan dan memperluas wawasan di era globalisasi. Para mahasiswa pulang dengan membawa banyak pengetahuan baru dan pengalaman berharga yang akan berguna bagi mereka di masa depan.