(Taiwan, ROC) --- Mantan Presiden Amerika Serikat dan kandidat presiden dari Partai Republik, Donald Trump, baru-baru ini diwawancarai oleh wartawan politik senior Bloomberg.
Ketika ditanya tentang masalah Taiwan, Trump menunjukkan bahwa Amerika Serikat telah melindungi Taiwan selama bertahun-tahun, tetapi semua bisnis chipnya telah diambil.
Jika Amerika Serikat ingin terus melindungi Taiwan, maka Taiwan harus membayar "biaya perlindungan".
Selain itu, mengenai Tiongkok, Trump percaya bahwa tarif terhadap Tiongkok harus dinaikkan menjadi 60% hingga 100%, dan semua negara lain harus menaikkan tarif impor sebesar 10% untuk melawan terlalu sedikitnya impor barang-barang AS.

Donald Trump menyampaikan, jika Amerika Serikat ingin terus melindungi Taiwan, maka Taiwan harus membayar "biaya perlindungan". 圖/shutterstock
Trump diwawancarai oleh wartawan politik senior Bloomberg Businessweek, Nancy Cook, pada akhir Juni kemarin, untuk membahas kebijakan ekonomi dan luar negeri Amerika Serikat.
Ketika berbicara tentang masalah Taiwan, Trump secara blak-blakan mengatakan bahwa meskipun kedua partai di Amerika Serikat mendukung Taiwan, tetapi dia bersikap acuh tak acuh terhadap serangan PKC ke Taiwan.
Donald Trump menunjukkan bahwa sebagian alasannya adalah ekonomi, "Mereka (Taiwan) benar-benar mengambil 100% bisnis chip kita, saya pikir Taiwan harus membayar biaya perlindungan kepada kita."
Donald Trump lebih lanjut menyatakan, "Seberapa bodohkah kita? Mereka mengambil semua bisnis chip kita, mereka sangat kaya."
Trump percaya bahwa jika Taiwan membutuhkan perlindungan Amerika Serikat, maka Taiwan harus membayar, "Saya tidak berpikir kita berbeda dengan asuransi."
Dia menunjukkan bahwa sulit untuk mempertahankan Taiwan yang berjarak 9.500 mil dari Amerika Serikat, dengan Taiwan yang hanya berjarak 68 mil dari Tiongkok.
Namun, selama masa jabatannya sebagai Presiden Amerika Serikat, sikap Trump terhadap Taiwan berubah-ubah.
Setelah wawancara tersebut diterbitkan, ADR TSMC turun 1,3% dalam perdagangan after-hours, dan TSMC juga terkena imbasnya.
Sehari setelah wawancara diterbitkan, yakni pada perdagangan Kamis kemarin (17/7), TSMC dibuka dengan harga NT$1.035, atau turun NT$20, dan bahkan sempat mencapai titik terendah di angka NT$1.030, dengan penurunan lebih dari 2%.
Sehari setelah wawancara diterbitkan, saham TSMC dibuka dengan harga NT$1.035, atau turun NT$20, dan bahkan sempat mencapai titik terendah di angka NT$1.030, dengan penurunan lebih dari 2%.
Selain masalah Taiwan, Trump mengatakan bahwa jika dia terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat, dia akan membiarkan Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyelesaikan masa jabatannya pada tahun 2028.
Dia menunjukkan bahwa Federal Reserve harus menghindari penurunan suku bunga sebelum pemilihan presiden, jika tidak, hal itu dapat meningkatkan popularitas Joe Biden.
Donald Trump juga berharap untuk menurunkan tarif pajak perusahaan dari 21% menjadi 15%, atau setidaknya menjadi 20%.
Selain itu, Donald Trump tidak akan melarang pengunduhan aplikasi TikTok milik ByteDance Tiongkok. Namun, untuk tarif Tiongkok, Donald Trump bertujuan untuk menaikkan tarif baru menjadi 60% hingga 100%, dan tarif impor semua negara lain juga akan dinaikkan sebesar 10% untuk melawan terlalu sedikitnya impor barang-barang Amerika Serikat.

圖/REUTERS
Menurut laporan media Reuters, jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa Donald Trump memimpin dengan dukungan 43% di antara pemilih terdaftar, dibandingkan dengan 41% untuk lawannya Biden, dalam margin kesalahan 3%.
Hal ini menunjukkan bahwa penembakan tersebut tidak menyebabkan perubahan besar dalam suara, tetapi penembakan tersebut memang membuat orang Amerika lebih khawatir.
Baik pemilih Demokrat maupun Republik, sekitar 80% percaya bahwa Amerika Serikat secara bertahap berada di luar kendali, dan 84% responden khawatir bahwa ekstremis akan melakukan kekerasan setelah pemilihan presiden pada 5 November.