(Taiwan, ROC) –- Pengamatan ekologi di Kenting dan Xiaoliuqiu mencatat fenomena pemutihan karang baru-baru ini. Peneliti dari Museum Biologi Kelautan Nasional Fan Tong-yun (樊同雲) mengungkapkan bahwa fenomena gelombang panas laut tidak dapat dihindari. Dalam jangka pendek, warga harus mengurangi aktivitas di perairan, sementara dalam jangka panjang, warga harus memperbaiki pengolahan air limbah dan polusi buatan manusia lainnya.
Fan Tong-yun mengatakan, suhu tertinggi air laut di Nanwan, Kenting, telah mencapai 33,8°C baru-baru ini, dan suhu rata-rata air laut mencapai 31,1°C bulan ini. Ketika suhu melebihi 30°C, karang berisiko mengalami pemutihan besar.
Terumbu karang di sekitar mulut pembuangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir 3 (PLTN 3) menunjukkan pemulihan yang baik setelah pemutihan besar pada tahun 2020. Namun, pengamatan terbaru menunjukkan bahwa proporsi pemutihan mencapai 80%. Fan Tong-yun mengimbau warga agar mengurangi aktivitas seperti menyelam yang mengganggu terumbu karang, guna mencegah dampak lebih lanjut pada terumbu karang.
Fan Tong-yun menyebutkan bahwa saat ini sulit untuk memprediksi apakah pemutihan karang akan menjadi lebih parah. Jika terjadi topan yang mengakibatkan pengadukan air laut, hal ini dapat membantu menurunkan suhu dan mengurangi gelombang panas laut. Namun, gelombang panas tidak dapat dihindari dan seluruh dunia menghadapi masalah yang sama. Oleh karena itu, pihak pengelola dan pemerintah setempat harus mengambil tindakan untuk memperbaiki kerusakan akibat polusi buatan manusia yang telah terakumulasi. Dengan demikian, terumbu karang akan memiliki ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Pemutihan karang terparah dalam beberapa tahun terakhir terjadi pada tahun 2020. Gelombang panas laut kali ini merupakan yang ke-8 di Taiwan bagian selatan. Fan Tong-yun menuturkan, meskipun gelombang panas laut menyebabkan pemutihan besar pada karang dan kerusakan jangka pendek, sebagian besar terumbu karang yang sehat dan stabil akan pulih secara bertahap. Namun, terumbu karang yang telah lama tercemar dan rusak akibat aktivitas manusia, akan mengalami kerusakan parah dan sulit pulih akibat pemutihan besar. Contohnya adalah daerah sekitar Pelabuhan Perikanan Houbihu di Kenting dan banyak tempat di Xiaoliuqiu yang mengalami kerusakan parah.
Kepala Direktorat Jenderal Konservasi Laut Lu Xiao-yun (陸曉筠) mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada rancangan rencana aksi konservasi karang, yang diharapkan dapat diluncurkan tahun ini atau tahun depan. Kenaikan suhu laut merupakan tren jangka panjang yang akan terus dipantau oleh Museum Biologi Kelautan Nasional dan lembaga akademis lainnya, dengan tujuan mendapatkan data penelitian dan informasi yang lebih baik untuk evaluasi terkait.