(Taiwan, ROC) --- Banyak lansia di Taiwan yang terlihat sederhana dan bersahaja, dengan pakaian yang tidak mencolok. Namun, siapa sangka banyak di antara mereka yang ternyata memiliki kekayaan yang luar biasa, bahkan memiliki banyak properti.
Seorang pengguna internet dengan nama akun ainosei (THEs) membuat postingan di platform media sosial PTT dengan pertanyaan, "Apakah banyak orang tua kaya yang 'menyamar' seperti ini?"
Setelah diunggah, postingan ini pun kemudian mengundang beragam tanggapan.
圖/PTT
Akun ainosei (THEs) kemudian berbagi dua cerita. Pertama, tentang seorang kakek-kakek yang bekerja sebagai pemulung. Belakangan diketahui bahwa kakek tersebut adalah seorang juragan kontrakan dengan pendapatan bulanan setidaknya NT$200.000. Ia melakukan pekerjaan daur ulang hanya sebagai "olahraga".
Cerita kedua tentang seorang penjual mi ayam yang terlihat hidup sederhana dan bekerja keras di kios kecil tanpa AC. Siapa sangka, ternyata ia memiliki tiga properti.
Penasaran dengan fenomena ini, si pemilik postingan pun bertanya, "Seberapa umumkah fenomena orang tua kaya yang 'menyamar' seperti ini di Taiwan?"
Banyak netizen yang kemudian berbagi cerita tentang orang-orang kaya "menyamar" di sekitar mereka.
"Dulu waktu Yuanlin baru selesai ditata ulang, ada beberapa unit apartemen mewah dibangun dengan harga lebih dari NT$20 juta. Seorang nenek pemulung membelinya secara tunai, dua unit sekaligus, tanpa kredit! Banyak sekali orang kaya yang 'bersembunyi' di pasar tradisional," tulis salah seorang netizen.
"Paman saya, seorang pensiunan guru, sekarang punya banyak properti sewaan. Saldo rekeningnya saja lebih dari NT$20 juta. Banyak sekali orang tua seperti ini di selatan Taiwan, mereka pakai kaos oblong dan sandal jepit waktu nagih uang sewa," tambah netizen lainnya.
"Di kantor saya dulu ada petugas kebersihan yang tinggal di rumah tiga lantai di Sanchong, dan baru saja membeli apartemen baru di Xinzhuang untuk disewakan. Dia kerja bersih-bersih cuma buat jaga kesehatan dan cari teman ngobrol," komentar salah satu netizen.

圖/ETtoday
Para netizen juga berpendapat bahwa setiap orang punya gaya hidup masing-masing. "Dibandingkan dengan orang-orang yang suka pamer kekayaan dan liburan ke luar negeri tiga kali setahun, mereka mungkin memang tidak terlalu mementingkan gaya hidup mewah. Setiap orang punya tujuan hidup yang berbeda."
"Banyak sekali kakek-kakek dan nenek-nenek seperti ini. Orang-orang jaman dulu itu pekerja keras dan hemat, punya dua-tiga properti itu biasa saja. Dan uang yang kamu irikan itu mungkin tidak berarti apa-apa bagi mereka. Mereka mungkin lebih mementingkan kesehatan dan umur panjang," tulis netizen.