(Taiwan, ROC) --- Dalam sebuah wawancara media, calon presiden dari Partai Republik Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa Taiwan telah mengambil alih seluruh bisnis chip dan harus membayar untuk perlindungan yang diberikan oleh Amerika Serikat.
Menanggapi hal ini, Perdana Menteri Taiwan Cho Jung-tai (卓榮泰) dalam pertemuan dengan media, menyampaikan bahwa ia telah memperhatikan pernyataan Trump, tetapi ia juga menekankan bahwa hubungan Taiwan-AS sangat kokoh dalam beberapa tahun terakhir. Menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dan kawasan Indo-Pasifik merupakan tanggung jawab dan tujuan bersama.
Kampanye pemilihan presiden AS semakin memanas. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan media, calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump, menyatakan bahwa Taiwan telah mengambil alih seluruh bisnis chip dan harus membayar, jika menginginkan perlindungan dari Amerika Serikat. Trump juga berpendapat bahwa hal ini tidak berbeda dengan asuransi.
Menanggapi pernyataan Trump, Perdana Menteri Taiwan Cho Jung-tai, dalam pertemuan dengan media hari ini (17/7), menyampaikan bahwa ia telah memperhatikan pernyataan Trump. Namun, ia juga menekankan bahwa hubungan Taiwan-AS sangat kokoh dalam beberapa tahun terakhir, dan menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dan kawasan Indo-Pasifik merupakan tanggung jawab dan tujuan bersama.
Cho Jung-tai berterima kasih kepada Amerika Serikat atas dukungan dan pembelaannya terhadap Taiwan. Ia menekankan bahwa Taiwan dan Amerika Serikat adalah anggota komunitas internasional, dan Taiwan akan terus menunjukkan tanggung jawabnya sebagai bagian dari komunitas internasional.
Ia juga mengatakan bahwa Taiwan akan bekerja keras untuk menjaga hubungan persahabatan Taiwan-AS dan bersedia memikul lebih banyak tanggung jawab untuk menjaga perdamaian di Indo-Pasifik.
Cho Jung-tai mengatakan, "Jadi, kita tidak hanya akan menstabilkan dan memperkuat anggaran pertahanan kita, tetapi juga memulihkan wajib militer, dan memperkuat ketahanan sosial. Ini semua adalah manifestasi dari tanggung jawab kita sebagai anggota komunitas internasional. Dan karena itu, saya percaya bahwa selama kita terus menunjukkan kemampuan seperti itu, kita akan mendapatkan dukungan dari lebih banyak negara. Kami akan bekerja keras untuk tidak hanya mempertahankan hubungan persahabatan yang telah terjalin antara kedua belah pihak, tetapi juga untuk bergerak ke arah yang lebih baik. Kami bersedia untuk memikul lebih banyak tanggung jawab untuk kedua belah pihak di Selat Taiwan dan kawasan Indo-Pasifik. Ini adalah untuk membela diri kita sendiri dan melindungi keamanan kita."
Media kemudian bertanya tentang pandangan Taiwan terhadap meningkatnya peluang terpilihnya Trump setelah insiden penembakan yang terjadi, dan bagaimana tanggapan pemerintah jika Trump terpilih sebagai presiden AS berikutnya, yang dicemaskan akan meminta Taiwan untuk memindahkan R&D mutakhirnya ke Amerika Serikat.
Cho Jung-tai mengatakan bahwa Amerika Serikat adalah negara demokrasi yang matang dan ia yakin rakyat Amerika akan membuat pilihan yang jelas. Taiwan dan Amerika Serikat telah menjaga interaksi yang baik, dan meskipun tidak memiliki hubungan diplomatik formal, tetapi hubungan substantif keduanya cukup erat.
Ia mengatakan bahwa ia menghormati pilihan rakyat Amerika dan berharap pemilihan umum AS berjalan lancar. Ia berharap kedua belah pihak dapat terus mengembangkan hubungan yang baik berdasarkan fondasi yang sudah ada.
Cho Jung-tai juga menunjukkan bahwa Taiwan memainkan peran kunci dalam rantai pasokan industri teknologi mutakhir. Meskipun manufaktur tersebar di berbagai pasar, tetapi produsen akan tetap mempertahankan R&D mereka di Taiwan.
Taiwan memiliki rantai industri vertikal dan talenta teknologi. Ia yakin bahwa teknologi canggih akan tetap berada di Taiwan, yang mana ini merupakan pilihan terbaik untuk Taiwan.