(Taiwan, ROC) --- Atlet menembak berusia 40 tahun, Tian Jia-chen (田家榛), berhasil meraih peringkat ke-8 di kategori 25 meter putri pada Olimpiade Tokyo sebelumnya. Tahun ini, ia kembali berlaga di Olimpiade untuk ketiga kalinya.
Tian Jia-chen berharap dapat melampaui prestasi pribadinya dan mencetak hasil yang lebih baik di Paris.
Tian Jia-chen mulai menekuni olahraga menembak sejak kecil karena terinspirasi oleh ayahnya, Tian Zhao-zhi (田兆枝). Sejak mulai berlatih di sekolah menengah pertama, ia telah menetapkan tujuan, yakni untuk ikut berkompetisi di Olimpiade. Sang ayah pun selalu mendampinginya sebagai pelatih.
Olimpiade London 2012 menjadi debut Tian Jia-chen di panggung Olimpiade. Ia berhasil menempati peringkat ke-16 di nomor pistol 25 meter putri dan peringkat ke-27 di nomor air pistol 10 meter putri.
Pada awal tahun 2018, Tian Jia-chen melahirkan seorang putri dan menjadi seorang ibu. Ia sempat berpikir untuk berhenti menembak demi keluarga, tetapi akhirnya memilih untuk kembali ke arena dan berhasil lolos kualifikasi Olimpiade Tokyo. Di Olimpiade Tokyo, ia mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih peringkat ke-8 di nomor pistol 25 meter putri, jauh melampaui hasil Olimpiade pertamanya.
Pada Kejuaraan Menembak Dunia Tahun 2023 di Baku, Azerbaijan, Tian Jia-chen menduduki peringkat ke-7 di nomor pistol 25 meter putri dan mendapatkan tiket ke Olimpiade Paris melalui jalur re-allocation, menandai keikutsertaannya yang ketiga di Olimpiade.
Tian Jia-chen mengatakan bahwa ia tidak menetapkan target khusus dan memilih untuk memulai dari nol untuk menghindari tekanan berlebih. Ia berharap dapat menampilkan performa terbaiknya di kompetisi dan melampaui dirinya sendiri.
Tian Jia-chen mengatakan, "Saya selalu memulai dari nol di setiap kompetisi karena saya tidak ingin seperti di Baku tahun lalu, saya mungkin memecahkan rekor pribadi saya dengan 591 poin, tetapi saya tidak bisa menetapkan target saya di 590 poin karena saya rasa itu akan menjadi tekanan bagi saya. Saya hanya bisa fokus pada saat ini, melakukan gerakan terbaik saya, dan menampilkan seluruh proses terbaik saya."
Dengan pengalaman dua kali ikut Olimpiade, Tian Jia-chen merasa lebih rileks kali ini. Sang ayah, 田兆枝, telah mengundurkan diri sebagai pelatih dan digantikan oleh mantan rekan setimnya, Chen Si-wei (陳思薇), yang akan mendampingi Tian Jia-chen di Olimpiade Paris. Mereka tentunya berharap dapat mencapai hasil yang memuaskan.