(Taiwan, ROC) --- Harga tiket pesawat pascapandemi masih terbilang cukup tinggi. Direktur Utama China Airlines, Kao Shing-hwang (高星潢), menunjukkan bahwa kapasitas penerbangan saat ini masih belum mencukupi, sehingga harga tiket diperkirakan akan tetap tinggi. Kemungkinan harga tiket baru akan stabil pada tahun 2026 atau 2030.
China Airlines menyatakan bahwa secara keseluruhan, kapasitas penerbangan penumpang telah pulih hingga 80% dari tingkat sebelum pandemi. Maskapai akan terus memperluas kapasitas armadanya, termasuk mendatangkan pesawat penumpang generasi baru A321neo.
Pesawat kargo 777F terakhir juga telah diterima pada bulan Agustus, yang akan meningkatkan jadwal dan frekuensi penerbangan kargo ke Amerika Serikat, serta mendorong pertumbuhan pendapatan kargo.

圖/LINETODAY
Pada semester pertama tahun ini, pendapatan konsolidasi China Airlines mencapai NT$98,88 miliar, atau meningkat 10,01% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pendapatan dari sektor pesawat non-kargo (penumpang) mencapai NT$64,6 miliar, meningkat 17,01%. Jumlah penumpang rute Taiwan-Jepang dan Taiwan-Amerika Serikat terus tumbuh, sementara penerbangan jarak jauh seperti ke Amerika Utara dan Eropa telah pulih ke tingkat sebelum pandemi.
Penerbangan Taipei-Seattle kembali dibuka pada 14 Juli 2024 kemarin, dan diperkirakan akan meningkatkan pendapatan keseluruhan dari wilayah Amerika Utara lebih dari 5%.
Ke depannya, dengan datangnya pesawat baru, jumlah penerbangan akan ditingkatkan. Maskapai juga akan secara hati-hati mempertimbangkan untuk menambah rute ke kota-kota lain di Amerika Serikat.
Kao Shing-hwang berpendapat bahwa tingginya harga tiket pesawat disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pasokan dengan permintaan. Kelangkaan tenaga kerja dan material telah memperlambat produksi pesawat, sehingga pasokan tidak dapat memenuhi permintaan. Kondisi ini menyebabkan harga tiket pesawat tetap tinggi.
Ketika ditanya mengenai berapa lama situasi ini akan berlangsung, Kao Shing-hwang merujuk pada tiga perusahaan penyewaan pesawat terbesar. Salah satu perusahaan memperkirakan kondisi baru akan kembali normal pada tahun 2026, sementara yang lain memprediksi tahun 2028 atau bahkan 2030.

圖/聯合報
China Airlines menyatakan akan terus memperluas kapasitas armadanya dengan mendatangkan pesawat generasi baru, A321neo. Sebanyak 15 unit pesawat diharapkan dapat memperkuat armada pada akhir tahun ini, dan seluruh 25 unit pesanan akan diterima pada tahun 2026.
Maskapai China Airlines juga akan mendatangkan pesawat A350 sewaan yang saat ini melayani rute Roma dan Singapura. Pada tahun 2025, China Airlines akan mulai menerima armada baru pesawat 787 yang akan melayani rute regional, Australia, dan Selandia Baru. Sebanyak 24 unit pesawat 787 dijadwalkan akan diterima secara bertahap hingga tahun 2028.