(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 15 Juli 2024, Yuan Legislatif mengesahkan amandemen Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan dan Undang-Undang Promosi Ketenagakerjaan untuk Usia Menengah, Paruh Baya, dan Lanjut Usia.
Amandemen pertama menetapkan bahwa pengusaha dapat menunda "usia pensiun wajib (65 tahun)" bagi pekerja setelah bernegosiasi dengan pekerja bersangkutan.
Amandemen kedua, memastikan hak kerja bagi pekerja setengah baya, paruh baya, dan lanjut usia, yang mewajibkan pemerintah untuk menetapkan rencana setidaknya setiap 3 tahun sekali, yang berkaitan dengan tempat kerja yang ramah bagi pekerja setengah baya, paruh baya, dan lanjut usia.
Taiwan akan memasuki masyarakat "super tua" pada tahun 2025, dan bagaimana mengurangi dampak yang dibawa oleh masyarakat lanjut usia merupakan hal yang mendesak.
Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan saat ini menetapkan bahwa pengusaha tidak boleh memaksa pekerja untuk pensiun sebelum usia 65 tahun.
Untuk mendorong pekerja senior yang masih sehat dan mau untuk terus berkontribusi di tempat kerja, maka Yuan Legislatif mengesahkan amandemen beberapa pasal Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan pada tanggal Senin kemarin (15/7).
圖/YAHOOTAIWAN
Anggota Yuan Legislatif dari kubu Partai Kuomintang (KMT), Wang Yu-min (王育敏), mengatakan bahwa pekerja lanjut usia yang menunda masa pensiun untuk terus berkontribusi di tempat kerja telah menjadi tren dunia internasional.
Namun, tingkat partisipasi angkatan kerja di atas usia 65 tahun di Taiwan kurang dari 10%, tertinggal dari negara tetangga seperti Jepang dan Korea Selatan.
Sedangkan dari pihak serikat pekerja, mereka menginginkan peraturan yang sifatnya lebih wajib, dan hal ini masih perlu didiskusikan lebih lanjut.
Wang Yu-min mengatakan, "Selama proses tersebut, kami melihat beberapa serikat pekerja mengusulkan agar ada peraturan yang lebih wajib untuk menunda usia pensiun. Ke depannya, komite perlu mencapai konsensus melalui audiensi publik dan negosiasi sebelum melakukan langkah amandemen selanjutnya."

圖/聯合報
Apa Saja Keuntungan dan Kerugian dari Penundaan Masa Pensiun?
Para ahli dan cendekiawan mencantumkan kemungkinan dampaknya. Kelebihannya, lansia dapat terus mempertahankan taraf hidup yang relatif tinggi dan mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja di beberapa tempat kerja.
Kekurangannya adalah dapat memperburuk diskriminasi usia di tempat kerja atau menyebabkan fenomena terhambatnya promosi jenjang karier bagi kaum muda.
Sekretaris Jenderal Taiwan Confederation of Trade Unions (TCTU), Tai Kuo-jung (戴國榮), menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang ramah lansia harus dibangun terlebih dahulu, dan untuk industri padat karya, memperpanjang jam kerja mungkin tidak baik untuk kesehatan fisik dan mental mereka.
Hsin Pin-lung (辛炳隆), Profesor di Institut Pengembangan Nasional Universitas Nasional Taiwan (NTU), mengatakan bahwa karena lingkungan tempat kerja yang tidak ramah, akan membuat kualitas lansia akan menjadi lebih buruk.
Penundaan pensiun telah menjadi tren di dunia internasional, tetapi pemerintah pusat mungkin perlu menciptakan lingkungan kerja yang baik untuk lansia terlebih dahulu untuk menghindari perselisihan di tempat kerja.