(Taiwan, ROC) —- Dewan Pengungsi Norwegia (NRC) telah merilis laporan tahunan terbarunya, yang mengidentifikasi sepuluh negara dengan populasi pengungsi terabaikan di dunia. Honduras, negara di Amerika Tengah, tercatat untuk pertama kalinya dan menempati peringkat keenam, menjadikannya satu-satunya negara di luar benua Afrika yang masuk dalam daftar tersebut.
NRC adalah sebuah organisasi non-pemerintah internasional yang bergerak di bidang kemanusiaan, didirikan di Oslo pada tahun 1946. Organisasi ini berkomitmen untuk melindungi para pengungsi yang terlantar akibat bencana alam, perang, kekerasan, dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). NRC bekerja sama dengan UNHCR untuk menangani isu-isu pengungsi di seluruh dunia.
Laporan tahunan ini menyoroti sepuluh negara yang menghadapi krisis pengungsian tetapi minim mendapatkan perhatian, masing-masing adalah Burkina Faso, Kamerun, Republik Demokratik Kongo, Sudan Selatan, Sudan, Republik Afrika Tengah, Chad, Mali, dan Niger. Honduras menjadi satu-satunya negara di luar benua Afrika yang masuk dalam daftar tersebut.

Berdasarkan estimasi, ada sekitar 3,2 juta penduduk Honduras membutuhkan bantuan kemanusiaan 圖/REUTERS
Laporan tersebut menekankan bahwa pada tahun 2023, rakyat Honduras menghadapi peningkatan kekerasan, kejahatan terorganisir, dan ancaman geng. Ditambah lagi dengan dampak perubahan iklim yang mempersulit upaya mereka untuk keluar dari jerat kemiskinan dan kelaparan.
Berdasarkan estimasi laporan tersebut, ada sekitar 3,2 juta penduduk Honduras membutuhkan bantuan kemanusiaan, dengan 250.000 di antaranya sangat membutuhkan bantuan pangan, perlindungan, dan kebutuhan dasar lainnya.
Honduras juga menjadi titik transit bagi para pengungsi dan imigran gelap. Tahun lalu, lebih dari 75.000 orang melintasi Honduras secara ilegal untuk mencapai Meksiko dan Amerika Serikat.
Sekretaris Jenderal NRC, Jan Egeland, saat mengunjungi Honduras pada April 2023, menyaksikan langsung lebih dari 1.000 pengungsi dari berbagai negara melintasi Panama, Kosta Rika, dan Nikaragua untuk mencapai Honduras setiap harinya.
Lebih lanjut, NRC menyoroti tingginya angka pembunuhan perempuan di Honduras, dengan hampir satu perempuan terbunuh setiap harinya.

Burkina Faso menempati urutan pertama dengan krisis pengungsi terburuk di dunia. 圖/WFDD
Sementara itu, Burkina Faso menempati peringkat pertama dalam daftar tersebut. Sejak tahun 2015, Burkina Faso telah menghadapi ancaman dari kelompok jihadis Afrika.
Ditambah lagi dengan dua kali kudeta pada tahun 2022, situasi di negara tersebut terus memburuk dengan penambahan 70.000 penduduk yang terlantar. NRC memperingatkan bahwa kurangnya perhatian global terhadap krisis pengungsi, kelaparan, dan kematian akibat konflik telah menciptakan krisis kemanusiaan yang parah.