History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

PMI Ilegal Merawat Bayi Tiga Bulan Sebagai Pengasuh, Diduga Menyebabkan Pendarahan Otak karena Guncangan Berlebihan, Dijatuhi Hukuman

  • 15 July, 2024
  • 尤繼富
PMI Ilegal Merawat Bayi Tiga Bulan Sebagai Pengasuh, Diduga Menyebabkan Pendarahan Otak karena Guncangan Berlebihan, Dijatuhi Hukuman
PMI Ilegal Merawat Bayi Tiga Bulan Sebagai Pengasuh, Diduga Menyebabkan Pendarahan Otak karena Guncangan Berlebihan, Dijatuhi Hukuman圖/PEXELS

(Taiwan, ROC) --- Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) bestatus hilang kontak berinisial Miani, merawat beberapa anak untuk rekan senegaranya. Salah satunya adalah bayi perempuan berusia tiga bulan yang menjadi lemas dan dilarikan ke rumah sakit setelah dirawat olehnya selama beberapa hari.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa bayi tersebut menderita pendarahan intrakranial (perdarahan di dalam tulang tengkorak), dan ia harus menggunakan ventilator untuk bertahan hidup. Kejaksaan menyelidiki dan menduga hal itu disebabkan oleh guncangan yang berlebihan.

Pengadilan Distrik Hsinchu menjatuhkan hukuman 4 bulan penjara kepada Miani atas tuduhan telah melukai orang lain karena kelalaian.

圖/LTN NEWS

Hakim menyelidiki bahwa Miani adalah warga negara Indonesia yang diizinkan masuk ke Taiwan pada Oktober 2019 dengan status sebagai pekerja migran. Keberadaannya tidak diketahui (kabur) semenjak Juni 2020.

Selama pelariannya, ia menyewa tempat di Kabupaten Hsinchu dan bekerja sebagai pengasuh anak secara profesional, menyediakan layanan penitipan anak untuk rekan senegaranya dan memungut biaya.

Salah seorang PMI lainnya yang juga berstatus hilang kontak, menitipkan bayinya kepada Miani untuk dirawat sepanjang hari semenjak Maret 2023. Penitipan ini dilakukan, agar sang PMI tersebut dapat bekerja dengan tenang.

Hakim menerangkan bahwa Miani mengetahui bahwa bayi tersebut baru berusia kurang dari 4 bulan dan otaknya belum berkembang sempurna, sehingga mudah mengalami cedera kepala serius jika terguncang secara tidak tepat oleh kekuatan eksternal.

Setelah merawat bayi tersebut selama beberapa hari, Miani secara tidak sengaja mengguncangnya di tempat tinggal sewaannya, mengakibatkan pendarahan subdural hematoma, pendarahan subarachnoid, dan pendarahan subretina pada bayi yang baru lahir.

用這招爽停車「省」4千元挨告新竹女慘賠下場出爐| 好房網News

圖/好房網

Pada tanggal 25 Maret 2023, bayi tersebut ditemukan muntah susu dan kemudian mengalami kondisi lemas dan tidak bertenaga. Bayi tersebut segera dilarikan ke rumah sakit dan dirawat di unit perawatan intensif.

Karena tanda-tanda vitalnya tidak stabil, serta kesadaran dan gejala neurologis klinisnya tidak normal, maka bayi tersebut harus menggunakan selang endotrakeal dan ventilator, yang menunjukkan tingkat keparahan cedera yang sulit disembuhkan.

Miani mengatakan bahwa bayi perempuan itu tidak terlalu aktif, reaksinya sangat lambat, dan lebih sering menangis daripada bayi pada umumnya. Bayi itu harus digendong agar tidak banyak menangis. Miani hampir selalu menggendongnya sepanjang hari, termasuk saat memasak dan keluar rumah.

Miani menambahkan bahwa dirinya mungkin secara tidak sengaja mengguncang bayi terlalu keras saat merawatnya, tetapi ia sama sekali tidak bermaksud mengguncangnya dengan keras.

Begitu menyadari ada yang tidak beres dengan bayi tersebut, Miani segera membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan darurat meskipun ia tahu dirinya adalah pekerja migran ilegal.

Belakangan diketahui bahwa bayi tersebut sering kejang dan menunjukkan gejala epilepsi. Ibu kandung bayi tersebut mengatakan bahwa ia tidak akan mengajukan tuntutan karena ia yakin bahwa pengasuh tersebut tidak sengaja melakukannya.

SBF 判刑在即,全賠狀況下「輕判重出江湖」的機率高嗎?律師意見表示| 鏈新聞ABMedia

圖/PEXELS

Hakim mempertimbangkan bahwa terdakwa mengetahui bahwa bayi tersebut adalah bayi baru lahir, tetapi malah lalai dalam mengambil tindakan pencegahan yang tepat dan secara tidak sengaja mengguncang bayi tersebut secara berlebihan, yang mengakibatkan bayi tersebut menderita pendarahan dan cedera serius lainnya.

Hal ini menyebabkan bayi tersebut menderita rasa sakit fisik dan mental yang luar biasa. Namun, kejadian tersebut terjadi ketika terdakwa merawat beberapa bayi yang dititipkan oleh rekan senegaranya pada saat yang bersamaan.

Terdakwa juga harus menghadapi rasa bersalah dan penyesalan dalam dirinya. Selain itu, ibu kandung bayi tersebut telah menyatakan bahwa ia memahami situasinya dan tidak akan mengajukan tuntutan atau meminta pertanggungjawaban. Akhirnya, Miani dijatuhi hukuman 4 bulan penjara karena kelalaian yang menyebabkan cedera serius.

Komentar

Terbarumore