(Taiwan, ROC) --- Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ditembak saat berkampanye di Butler, Pennsylvania. Biro Investigasi Federal (FBI) mengonfirmasi bahwa pelaku penembakan adalah Thomas Matthew Crooks, usia 20 tahun, tetapi motif penembakannya masih belum diketahui.
Media Reuters mewartakan bahwa menurut catatan pemilih Pennsylvania, Thomas Matthew Crooks terdaftar sebagai pemilih Partai Republik.
Media CNN mewartakan bahwa menurut catatan Komisi Pemilihan Federal (FEC) menunjukkan seseorang dengan nama Thomas Crooks dengan alamat yang sama, pernah menyumbangkan $15 kepada kelompok kampanye Demokrat, Progressive Turnout Project, pada Januari 2021.
Media CBS mewartakan bahwa Thomas Matthew Crooks berasal dari Bethel Park, Pennsylvania, yang terletak sekitar satu jam di selatan Butler. Para pejabat mengatakan dia ditembak mati oleh penembak jitu Secret Service di lokasi kampanye (kejadian).

Donald Trump (tengah depan) ditembak dan berlumuran darah di tengah kegiatan kampanye. Agen Secret Service segera melindunginya dan mengawalnya pergi. 圖/REUTERS
FBI merilis pernyataan yang menyampaikan, "FBI telah mengidentifikasi Thomas Matthew Crooks, 20 tahun, dari Bethel Park, Pennsylvania, sebagai individu yang terlibat dalam upaya pembunuhan mantan Presiden Donald Trump pada 13 Juli 2024 di Butler, Pennsylvania."
Pihak berwenang melanjutkan penyelidikan dan meminta masyarakat untuk memberikan foto atau video apa pun yang mungkin membantu penyelidikan atau menghubungi penegak hukum.
Administrasi Penerbangan Federal (FAA) hari ini mengumumkan bahwa wilayah udara di atas Bethel Park ditutup karena alasan keamanan khusus, dengan perintah "segera efektif".
Agen Khusus FBI, Kevin Rojek, mengatakan pada konferensi pers tadi malam, "Kami belum menentukan motifnya pada saat ini."

Mantan Presiden AS Donald Trump diserang di Pennsylvania pada 13 Juli 2024, dan agen Secret Service segera bergegas ke podium untuk melindunginya. 圖/REUTERS
Penyelidik federal mengatakan bahwa pria bersenjata itu tidak membawa identitas, sehingga mereka menggunakan analisis DNA dan cara biometrik untuk mengidentifikasi dirinya.
Para pejabat juga mengatakan bahwa satu orang tewas dan dua lainnya dalam kondisi kritis di tempat kejadian. Polisi mengatakan semua korban adalah laki-laki, tetapi tidak merilis nama mereka.
Beberapa sumber penegak hukum mengatakan pria bersenjata itu dipersenjatai dengan senapan bergaya AR dan melepaskan tembakan dari atap gudang di luar area ke arah panggung kampanye yang berjarak antara 200 dan 300 kaki.
Seorang pria di rapat umum mengatakan bahwa dia melihat seorang pria memanjat ke atap sebuah bangunan tak lama setelah Donald Trump mulai berbicara.
"Kami menunjuk pria itu ... dia punya senapan, kamu bisa melihatnya dengan jelas, dia punya senapan," kata saksi itu. Sang saksi juga memperkirakan pria itu berada di atap selama tiga atau empat menit sebelum tembakan dilepaskan.
FBI memimpin penyelidikan atas penembakan Trump.