(Taiwan, ROC) --- Perusahaan makanan beku di Distrik Renwu, Kota Kaohsiung, yaitu Bo Sheng (柏昇冷凍食品公司), dilaporkan telah mencampur daging kedaluwarsa dengan daging segar untuk meraup keuntungan. Saat ini, sebanyak 11,4 ton daging telah disita, termasuk daging sapi, babi, bebek, ayam, angsa, dan jeroan.
Pada Kamis malam kemarin (11/7), Biro Kesehatan Kota Kaohsiung mengumumkan bahwa di antara daging yang disita, terdapat daging angsa telah kedaluwarsa selama 14 tahun, dengan tanggal kedaluwarsa Mei 2010. Beberapa produk daging lainnya juga tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa.
Biro Kesehatan menyatakan bahwa dari 11,4 ton daging kedaluwarsa yang disita, terdapat:
1. 0,04 ton adalah daging sapi tanpa label kedaluwarsa
2. 2,53 ton daging babi dengan sebagian tanggal kedaluwarsa antara 16 Maret 2020 hingga 2 April 2024
3. 0,35 ton daging bebek dengan sebagian tanggal kedaluwarsa antara 7 Juni 2018 hingga 9 April 2024
4. 7,6 ton daging ayam dengan sebagian tanggal kedaluwarsa antara 7 Juni 2021 hingga 28 Januari 2024
5. 0,67 ton daging angsa dengan sebagian tanggal kedaluwarsa 8 Mei 2010
6. 0,21 ton jeroan dengan sebagian tanggal kedaluwarsa antara 21 Agustus 2016 hingga 2 Desember 2016.

Perusahaan makanan beku di Distrik Renwu, Kota Kaohsiung, yaitu Bo Sheng (柏昇冷凍食品公司), dilaporkan telah mencampur daging kedaluwarsa dengan daging segar untuk meraup keuntungan.
Sebagian dari daging tersebut tidak memiliki label sehingga tanggal kedaluwarsanya tidak dapat dipastikan.
Investigasi lebih lanjut oleh Biro Kesehatan mengungkapkan bahwa daging kedaluwarsa tersebut telah didistribusikan ke empat restoran di Kota Kaohsiung.
Semua produk terkait telah ditarik dari peredaran sebagai tindakan pencegahan. Hingga saat ini, perusahaan belum memberikan informasi detail mengenai tanggal pengiriman dan jenis produk yang telah didistribusikan. Kasus ini sedang dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
Perusahaan Makanan Beku Bo Sheng (柏昇冷凍食品公司) dilaporkan menjual daging kedaluwarsa. Setelah menerima laporan, Biro Kesehatan secara proaktif menyerahkan kasus ini ke Kejaksaan Distrik Qiaotou dan pada tanggal 9 Juli 2024.
Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh otoritas berwenang, ditemukan sekitar 11,4 ton daging kedaluwarsa dan disita.
Kejaksaan Distrik Qiaotou menduga pemilik perusahaan, pasangan suami istri bermarga Hsieh (謝姓) dan Lin (林姓), mencampur daging kedaluwarsa dengan daging segar untuk mendapatkan keuntungan.
Diketahui bahwa daging dari Perusahaan Makanan Beku Bo Sheng telah didistribusikan ke sejumlah hotel dan restoran terkenal. Pihak berwenang dan Biro Kesehatan masih menyelidiki dan mengklarifikasi aliran distribusi daging tersebut.
Biro Kesehatan mengingatkan bahwa daging segar harus berwarna merah cerah atau merah muda. Daging yang didinginkan harus disimpan pada suhu di bawah 7C, sedangkan daging beku harus disimpan pada suhu di bawah -18C.
Penyimpanan pada suhu yang tidak memadai dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri dan membahayakan keamanan pangan. Daging yang dibekukan terlalu lama dapat menyebabkan denaturasi protein, sehingga daging berubah warna menjadi coklat keabu-abuan.
Daging yang berulang kali dicairkan atau disimpan pada suhu yang tidak tepat dapat menyebabkan munculnya kristal es.
Konsumen disarankan untuk memilih daging dengan kemasan yang utuh, label tanggal kedaluwarsa yang jelas, dan membeli dari toko yang memiliki reputasi baik dan bersertifikat untuk memastikan keamanan pangan.