(Taoyuan, ROC) --- Mantan Ketua Strait Exchange Foundation (SEF), Cheng Wen-tsan (鄭文燦), tengah menghadapi proses hukum atas dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi dan penerimaan suap selama masa jabatannya sebagai Walikota Taoyuan.
Sebelumnya, Cheng Wen-tsan telah menjalani dua kali sidang penahanan di Pengadilan Distrik Taoyuan. Pada sidang pertama, pengadilan memutuskan untuk mengabulkan permohonan pembebasan bersyarat dengan jaminan sebesar NT$5 juta, disertai pembatasan tempat tinggal, larangan bepergian ke luar negeri, serta larangan melaut.
Keputusan ini tidak diterima oleh Jaksa Penuntut, yang kemudian mengajukan banding dengan argumen bahwa pelaku penyuapan ditahan, tetapi penerima suap dibebaskan. Banding tersebut dikabulkan oleh pengadilan tinggi, sehingga kasus ini dikembalikan ke Pengadilan Distrik Taoyuan. Pada sidang kedua, pengadilan memutuskan untuk menaikkan jumlah jaminan menjadi NT$12 juta.
Jaksa Penuntut kembali mengajukan banding atas keputusan sidang kedua, yang juga dikabulkan oleh pengadilan tinggi.

Cheng Wen-tsan saat menghadiri sidang di Pengadilan Distrik Taoyuan 圖/YAHOOTAIWAN
Pada Kamis hari ini (11/7), Pengadilan Distrik Taoyuan menggelar sidang penahanan ketiga. Setelah melalui persidangan selama empat jam, pengadilan memutuskan untuk memberlakukan penahanan terhadap Cheng Wen-tsan yang pernah menjabat sebagai Wali Kota Taoyuan selama 2 periode pemerintahan.
Pada tanggal 9 Juli 2024, Pengadilan Distrik Taoyuan menyelenggarakan sidang penahanan kedua terhadap Cheng Wen-tsan. Sidang yang dimulai pukul 10.00 pagi tersebut berlangsung selama empat jam dan berakhir pada pukul 14.13.
Dalam putusannya, pengadilan memutuskan untuk meningkatkan jumlah jaminan menjadi NT$12 juta, mengharuskan Cheng Wen-tsan untuk membayar tambahan sebesar NT$7 juta agar dapat dibebaskan.
Tim kuasa hukum Cheng Wen-tsan dengan tanggap berhasil mengumpulkan dana jaminan tersebut dalam waktu 20 menit setelah putusan dibacakan, dengan menyerahkan setumpuk uang tunai dalam pecahan besar kepada pihak pengadilan.
Pihak kejaksaan menyatakan ketidakpuasannya atas keputusan tersebut dan langsung mengajukan banding. Pada malam harinya (10/7), pengadilan tinggi mengabulkan banding tersebut dan mengembalikan kasus ini ke Pengadilan Distrik Taoyuan untuk dilakukan peninjauan kembali.
Sidang penahanan ketiga pun digelar pada Kamis siang hari ini, sekitar pukul 14.00, di Pengadilan Distrik Taoyuan.