History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Saat AC Nyala, Apakah Jendela Harus Selalu Ditutup? Ternyata Banyak yang Salah Kaprah, Biro Perlindungan Lingkungan Taiwan Beri Rekomendasi!

  • 10 July, 2024
  • 尤繼富
Saat AC Nyala, Apakah Jendela Harus Selalu Ditutup? Ternyata Banyak yang Salah Kaprah, Biro Perlindungan Lingkungan Taiwan Beri Rekomendasi!
Saat AC Nyala, Apakah Jendela Harus Selalu Ditutup? Ternyata Banyak yang Salah Kaprah, Biro Perlindungan Lingkungan Taiwan Beri Rekomendasi! 示意圖/Pexels

(Taiwan, ROC) --- Memasuki musim panas yang terik, banyak orang yang masih percaya bahwa "jendela harus ditutup", saat AC dinyalakan. Padahal, justru sebaliknya, membuka jendela saat AC menyala adalah tindakan yang tepat.

Biro Perlindungan Lingkungan Kota Chiayi telah mengingatkan bahwa berada di ruangan tertutup dan tidak berventilasi dalam waktu lama tanpa pertukaran udara yang memadai dapat menyebabkan gejala seperti pusing, sesak napas, dan reaksi alergi, serta meningkatkan risiko penularan penyakit melalui cipratan droplet.

Disarankan untuk membuka jendela setidaknya selama 15 menit saat AC dinyalakan untuk memastikan sirkulasi udara dalam ruangan, sehingga mencegah penumpukan karbon dioksida dan udara kotor.

開冷氣關窗戶」一堆人都錯了!環保局教正確吹法

圖/嘉義政府環保局

Biro Perlindungan Lingkungan Kota Chiayi pernah menyatakan bahwa masyarakat sering salah paham bahwa AC memiliki fungsi ventilasi udara.

Padahal, AC (jenis split, jendela, atau kotak) hanya melakukan pertukaran udara panas dan dingin di dalam ruangan (sirkulasi internal) dan tidak melakukan pertukaran udara dengan udara luar.

Cairan yang mengalir dalam pipa AC bukanlah udara, melainkan refrigeran.

"Oleh karena itu, jika tidak ada jendela atau pintu yang dibuka untuk memungkinkan pertukaran udara segar dengan udara dalam ruangan, maka karbon dioksida dan udara kotor akan terus menumpuk di dalam ruangan," terang Biro Perlindungan Lingkungan Kota Chiayi.

開冷氣關窗戶」一堆人做錯了! 環保局曝正確開法| ETtoday房產雲| ETtoday新聞雲

圖/嘉義政府環保局

Biro Perlindungan Lingkungan menunjukkan bahwa, berdasarkan Standar Kualitas Udara Dalam Ruangan yang ditetapkan oleh Ditjen Perlindungan Lingkungan Yuan Eksekutif, menetapkan bahwa konsentrasi rata-rata karbon dioksida dalam waktu 8 jam harus kurang dari 1.000 ppm. Konsentrasi karbon dioksida di lingkungan sekitar adalah sekitar 400 ppm.

Konsentrasi karbon dioksida yang terlalu tinggi dapat menyebabkan sakit kepala, kantuk, penurunan daya tanggap, kelelahan, dan gejala lainnya. Jika masyarakat terkadang merasa mengantuk di ruangan ber-AC, kemungkinan besar hal itu disebabkan oleh kurangnya ventilasi udara dalam ruangan, yang menyebabkan penumpukan karbon dioksida.

Biro Perlindungan Lingkungan menyarankan agar masyarakat membuka jendela untuk ventilasi udara saat menggunakan AC. Buka setiap jendela setidaknya 15 cm, dan cara terbaik untuk ventilasi adalah dengan membuka jendela yang saling berhadapan atau diagonal, untuk memungkinkan sirkulasi udara dalam ruangan dengan udara segar dari luar.

Jika ruangan hanya memiliki jendela di satu sisi, disarankan untuk menggunakan kipas angin sirkulasi untuk meningkatkan aliran udara antara dalam dengan luar ruangan.

Komentar

Terbarumore