(Taiwan, ROC) --- Jepang tengah menghadapi dua fenomena cuaca ekstrem yang berdampak signifikan, yakni curah hujan tinggi di wilayah utara dan gelombang panas yang memecahkan rekor di wilayah selatan.
Front cuaca dan tekanan udara rendah menyebabkan hujan deras di wilayah Tohoku dan pesisir Laut Jepang, mengakibatkan banjir di beberapa daerah. Beberapa daerah bahkan mencatat curah hujan yang setara dengan curah hujan sebulan penuh di bulan Juli hanya dalam dua hari.
Bersamaan dengan itu, sebagian besar wilayah Jepang, termasuk Kanto hingga Kyushu, mengalami gelombang panas ekstrem dengan suhu melebihi 35C. Suhu tertinggi tercatat di Kota Hyuga, Prefektur Miyazaki, mencapai 38,5C pada hari Selasa, sementara Fukuoka mencatat suhu 36C.

圖/TVBS
Gelombang panas ini berdampak serius pada kesehatan masyarakat, dengan lebih dari 9.000 kasus sengatan panas yang memerlukan perawatan rumah sakit dilaporkan terjadi dalam sepekan terakhir.
Berbagai upaya mitigasi telah diterapkan untuk mengatasi dampak gelombang panas, termasuk penerapan "waktu pendinginan" selama pertandingan bisbol sekolah menengah atas, kewajiban istirahat dan hidrasi bagi pekerja konstruksi berdasarkan indeks tekanan panas, dan promosi "budaya dingin" di Prefektur Yamagata, yang meliputi layanan keramas dingin dan konsumsi makanan dingin, seperti ramen dingin.
Meskipun musim panas baru saja dimulai, Jepang telah mencatat suhu mendekati 40C selama beberapa hari berturut-turut, memecahkan rekor suhu tertinggi tahun ini.
Pada tanggal 8 Juli 2024, Kota Shingu, Prefektur Wakayama, dan pusat kota Tokyo masing-masing mencatat suhu 39,6C dan 39,2C, keduanya merupakan rekor tertinggi berdasarkan data Badan Meteorologi Jepang.
圖/YAHOOTAIWAN
Gelombang panas ini memberikan tekanan signifikan pada sistem layanan kesehatan. Di Tokyo saja, 86 orang dari berbagai kelompok usia, mulai dari 15 hingga 93 tahun, dirawat di rumah sakit karena sengatan panas pada hari sebelumnya.
Secara nasional, ada lebih dari 9.100 kasus rawat inap terkait sengatan panas yang dilaporkan terjadi dalam seminggu terakhir. Angka ini meningkat empat kali lipat dari minggu sebelumnya. Di Tokyo, enam kematian terkait sengatan panas telah dilaporkan terjadi pada bulan ini.
Japanese Association for Acute Medicine mengeluarkan imbauan kepada masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, individu dengan kondisi kesehatan kronis, dan penyandang disabilitas, untuk meminimalkan aktivitas di luar ruangan selama periode panas ekstrem, kecuali untuk keperluan penting atau darurat.